Halal bi halal adalah salah satu wahana membina ukhuwah yang dilakukan oleh masyarakat muslim di Indonesia. Halal bi halal adalah moment dari indahnya silaturahim. Begitulah tendensi yang ingin dipetik oleh para santri Darunnajah Cipining dengan meny
elenggarakan halal bi halal dengan warga pesantren bertempat di Kampung Bunar, Kadaka Kecamatan Cigudeg pada 9 September 2012 ini.

Para pengurus organisasi dari kelas XI-XII MA dan SMK bertindak sebagai panitia. Mereka mengundang para tokoh masyarakat, wali santri dan seluruh masyarakat yang berada di sekitar pesantren dan lokasi pelaksanaan. Dalam event itu, Kyai Aep Saefudin atau masyhur dikenal dengan Ustadz Walet dari Pamijahan Bogor berkesempatan memberikan tausyiah agama di depan tamu undangan.
Ustadz Walet mengatakan bahwa dosa terbagi menjadi 2. Pertama adalah dosa kepada Allah SWT dan kedua merupakan dosa kepada sesama manusia. Dosa kepada Allahsalah satunya dapat digugurkan dengan membaca istighfar. Selanjutnya, dosa sesama manusiajuga perlu dihapus dengan meminta maaf kepada manusia. Acara halal bi halal ini merupakan salah satu upaya santri Darunnajah Cipining menjembatani untuk itu.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ustadz Walet mengajak kepada masyarakat untuk belajar agama secara lebih baik. Menurutnya, upaya mendidik seorang anak agar menjadi sholeh dan sholehah adalah upaya meraih kehidupan akhirat yang sangat baik. Anak yang sholeh dapat menyebabkan orang tua masuk syurga. Namun keprihatinannya tentang fenomena terkait kehidupan masyarakat di Kabupaten Bogor beliau ungkapkan. Dalam pengamatannya, Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan dan kurang lebih 432 desa/kelurahan, namun yang belajar agama masih sangat minim.
Sementara itu, halal bi halal yang menusung motto‘Mempererat Kebersamaan, Mencapai Kemuliaan dengan Silaturahmi’ juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas santri di antaranya adalah penampilan tim Qosidah, marawis yang dipersembahkan santri SD/MI, tari Saman, pidato dalam 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), pembacaan puisi berantai, dan ditutup dengan aksi 2 pesilat santri yang memainkan double stick. Pembagian door prize menjadi selingan di sela-sela berjalannya acara.
Dalam kata sambutannya, Endang Ismatullah (santri kelas XII SMK), mengucapkan rasa syukur serta terima kasih yang dialamatkan semua pihak yang telah turut membantu, mendukung, serta hadir alam acara halal bi halal santri son asrama tersebut. Senada dengan itu, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining yang diwakili kepala biro dakwah dan humas, Ustadz Katena, S.Pd.I menggunakan kesempatan itu untuk bersyukur dan berlebaran.
Atas nama keluarga besar pesantren, Ustadz Katena mengajak untuk saling memaafkan agar menjadi hamba Allah yang kembali fitri dan meraih kemenangan.Beliau juga mengajak agar nilai-nilai ketaqwaan yang telah disemai selama bulan Ramadhan menjadi kendaraan kaum muslimin dalam menempuh kehidupan sehari-hari hingga mencapai Ramadhan yang akan datang.
Menyempurnakan acara halal bi halal, KH Ujang Furqon, tokoh masyarakat dari Kampung Bunar memimpin pembacaan doa penutup. (red-Yati Sholehah)




