Guru Darunnajah Ikuti Daurah di Ummul Qura Makkah

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Alhamdulillah pada pertengahan bulan Juni 2013 ini Ust Musthafa Zahir (utusan Darunnajah) bersama 18 dosen-dosen bahasa arab lainnya berangkat ke Arab Saudi untuk mengikuti acara pelatihan (Daurah) bahasa arab yang dilaksanakan sejak tanggal 16 Juni sampai 25 Juli 2013 di Universitas Ummul Qura Makkah.

Daurah yang diadakan tahun ini bagi Indonesia adalah angkatan yang ketujuh. Sejak 6 tahun yang lalu setiap tahunnya terdapat sekitar 20 dosen bahasa arab dari seluruh Indonesia yang diundang. Selain dari Indonesia, peserta juga datang dari negara Senegal dan Guinea Konakri. Keduanya dari benua Afrika. Masing-masing negara diberi kesempatan untuk mengutus 20 orang peserta. Untuk negara Senegal, tahun ini adalah tahun kelima. Dan bagi negara Guine Konakri tahun ini adalah tahun kedua.

Peserta Daurah berasal dari berbagai daerah di penjuru nusantara. Mereka mewakili lembaga pendidikannya masing-masing. Berikut daftar lembaga yang mengirim utusannya pada kesempatan Daurah tahun ini:

  • IAIN Imam Bonjol Padang
  • Universitas Jambi
  • Universitas Ibnu Khaldun Bogor
  • Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
  • Universitas Islam Bandung Bandung
  • IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • Universitas Islam Malang
  • Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
  • Universitas Hasanuddin Makassar
  • STAIN Sultan Qaimuddin Kendari
  • Universitas Padjadjaran Bandung
  • Universitas Mulawarman Samarinda
  • Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta
  • STAIN Ternate
  • Ponpes Darunnajah Jakarta
  • Ponpes Darul Abrar Bone
  • Unviersitas Cordoba Sumbawa
  • STAI YAMRA Merauke
  • STAIN Al-Fatah Jayapura

Peserta asal Indonesia sangat beruntung karena mendapatkan bimbingan yang cukup intensif dan komprehensif dari alumni-alumni tahun sebelumnya dan juga kedutaan Arab Saudi di Indonesia. Banyak manfaat positif yang dirasakan peserta dengan adanya bimbingan-bimbingan ini. Utamanya adalah meningkatkan kesiapan peserta secara maksimal, sehingga tentu saja pada akhirnya akan meningkatkan hasil manfaat dari Daurah itu sendiri. Tanpa kepedulian, bimbingan dan bantuan yang diberikan, sepertinya tidak mudah untuk mencapai hasil yang maksimal. Para peserta sangat berterima kasih.

Setelah 1 hari koordinasi di Pesantren Darunnajah Jakarta, 17 peserta berangkat menuju lokasi Daurah pada hari Ahad 16 Juni 2013 (2 peserta insya Allah segera menyusul). Pukul 7 pagi peserta bertolak menuju Bandara Soekarno Hatta menggunakan 3 mobil. Alhamdulillah urusan di bandara berhasil diselesaikan dengan baik karena memang sudah disiapkan sebelumnya atas arahan dan budi baik asatidz (guru-guru) alumni Daurah.

Pesawat Garuda take off pada pukul 12.30 WIB langsung menuju Arab Saudi, mendarat di Jeddah pukul 06.10 wktu setempat (Jeddah). Proses imigrasi dan bagasi berlangsung lancar. Peserta dibantu oleh penjemput dari Universitas Ummul Qura (Fahd, bagian hubungan eksternal). Dari bandara King Abdul Aziz Jeddah peserta langsung diantar menuju kampus Universitas Ummul Qura menggunakan bus besar. Setelah 2 jam perjalanan peserta tiba di lokasi dan dijamu makan malam nasi bukhari sambil sedikit ramah tamah dengan Ketua Bagian Administrasi DR. Abdullah Bardho’ie dan staf. Setelah itu peserta diantar menuju hotel Al Fajr Kinanah, sebuah hotel bagus yang berlokasi di dekat kampus Universitas Ummul Qura (kira-kira hanya 150 meter dari kampus).

Sesampainya di hotel peserta langsung disambut ramah dan hangat oleh DR. Hasan Bukhari penanggung jawab utama program Daurah ini. Dengan akrab beliau memeluk peserta satu persatu, mempersilakan masuk dan beramah tamah, sambil menjelaskan beberapa hal teknis yang perlu diketahui peserta di awal kedatangan.

Keesokan harinya (Senin) peserta diberi waktu untuk beristirahat, koordinasi dan mempersiapkan diri untuk memulai kegiatan Daurah pada keesokan harinya. Sehari berlalu alhamdulillah peserta mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan dan rutinitas yang akan dihadapi. Di hari pertama ini peserta juga langsung melakukan thawaf dan shalat jamaah di Masjidil Haram.

Keesokan harinya (Selasa) peserta mengikuti acara pembukaan Daurah dan mengikuti perkuliahan perdana sampai jam terakhir pukul 14.00 waktu setempat. Perkuliahan berjalan lancar. Para peserta dan dosen sama-sama berinteraksi dengan semangat dan antusias. Peserta dari Indonesia juga tampil rapi dan kompak dengan seragam batik dan peci hitamnya. Peserta berusaha aktif melakukan dialog dan tanya jawab dengan para dosen.

Sampai hari kedua ini alhamdulillah kami sudah beberapa kali jamaah di Masjidil Haram. Kondisi lingkungan masjid sudah banyak yang terselesaikan proses renovasinya. Jamaah yang datang masih belum terlalu padat, meskipun sudah mulai banyak berdatangan rombongan umrah dari berbagai negara.

Sekilas informasi mengenai agenda Daurah sudah disosialisasikan oleh DR. Hasan Bukhori sebagai penanggungjawab Daurah. Demikian pula dengan jadwal pelajaran alhamdulillah sudah dibagikan di hari pertama kedatangan peserta di Ummul Qura.

Hari kamis ini agendanya adalah ziarah ke masya’ir haram (Mina, Arafah dan Muzdalifah) dari pagi hari hingga menjelang dzuhur. Sore harinya peserta berencara untuk melakukan umrah dengan mengambil miqat terdekat dari Sailul Kabir.

Alhamdulillah sejauh ini banyak sekali kemudahan yang kami dapatkan. Baik kemudahan dari pihak penyelenggara, peserta maupun dari pihak lain. Kami sangat bersyukur. Diantaranya ternyata salah satu pegawai di hotel adalah orang Indonesia. Namanya Tata, berasal dari Bandung. Kenal baik dengan beberapa peserta Daurah angkatan sebelumnya seperti Ust Ridha Makky dan Ust Saifullah Kamalie.

Tata ini banyak membantu peserta, banyak informasi penting yang diberikan. Bahkan Tata juga memberi pinjaman mesin cuci kepada kelompok peserta Indonesia. Mesin cuci dioperasikan oleh para peserta secara bergantian, mesin ditempatkan di kamar salah satu peserta yang kebetulan ada space kosong karena hanya dihuni satu orang.

Sebagai wujud komitmen peserta dalam menjaga kebersamaan dan kelancaran semua aktifitas selama Daurah, peserta mengadakan rapat-rapat internal untuk membahas berbagai hal teknis yang perlu dibicarakan.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dari Daurah ini para peserta menyusun pembagian tugas sebagai berikut:

  1. Ketua dan wakil
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Sie Perjalanan dan Transportasi
  5. Sie Juru Bicara
  6. Sie Dokumentasi
  7. Sie Ibadah dan Umroh
  8. Sie Perlengkapan
  9. Sie Acara
  10. Sie Konsumsi

Mohon doa dan bimbingannya semoga peserta Daurah taun ini bisa memberikan performa terbaiknya demi memaksimalkan manfaat yang didapat. Amin.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir