Ribuan santri kembali memadati Lapangan Hijau Stadium Kampus 3 pada Rabu, 19 Agustus 2026, dalam gladi bersih Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (Porseka) ke-39. Latihan penuh ini menjadi tahap terakhir sebelum Apel Tahunan digelar pada 22 Agustus mendatang. Panitia mencatat peningkatan kualitas yang jauh lebih baik dibanding gladi sebelumnya, meski satu persoalan teknis masih menyisakan pekerjaan rumah. Maskot angkatan berbentuk kapal belum rampung dikerjakan hingga hari pelaksanaan.

Berbeda dengan dua gladi kotor sebelumnya, status gladi bersih menuntut pelaksanaan yang menyerupai hari puncak. Tidak ada lagi ruang untuk pengulangan panjang atau penyesuaian formasi di tengah jalan. Setiap barisan diharapkan bergerak sesuai posisi yang telah ditetapkan, dengan durasi yang terkunci pada rancangan acara. Tempat pelaksanaan pun tetap sama, sehingga santri dapat mengukur jarak, arah, dan titik berdiri mereka dengan lebih presisi.
Perbaikan yang terlihat pada gladi ketiga ini merupakan buah dari forum evaluasi yang digelar seusai gladi kedua. Catatan mengenai transisi antar-penampilan, ketepatan durasi, serta koordinasi kepanitiaan ditindaklanjuti secara langsung di lapangan. Hasilnya, alur acara berjalan lebih rapi dan pergerakan antar-barisan terasa lebih tertata. Progres ini memperlihatkan bahwa proses berulang yang melelahkan memang memiliki tujuan yang jelas.



Susunan penampilan pada gladi bersih ini tetap mengikuti rancangan yang sama seperti gladi sebelumnya, dengan urutan sebagai berikut:
- Senam dan tarian anak-anak dari RA/KB Darunnajah 2
- Senam santri MI Darunnajah 2
- Grand Opening pembukaan Apel Tahunan ke-39
- Pasukan Khusus Pramuka (Pasus)
- Gymnastic atau senam akrobatik
- Pasukan Inti (Paskin)
- Penampilan santri putri: Pasukan Khusus dan Drum Band
- Defile barisan putra, ditutup defile barisan putri

Peserta gladi meliputi seluruh santri putra dan putri dari kelas 1 hingga kelas 6 TMI. Pesantren Darunnajah 2 Cipining bertindak sebagai penyelenggara utama dan mengamanahkan kepanitiaan kepada santri kelas akhir, yakni kelas 6 TMI. Sejak gladi pertama, para santri senior inilah yang memegang kendali lapangan, mengatur aba-aba, dan mengambil keputusan cepat saat terjadi hambatan. Pola tersebut menjadikan Porseka sebagai laboratorium kepemimpinan yang berjalan sepanjang rangkaian acara.
Tantangan paling menonjol pada gladi ketiga datang dari sisi yang berbeda. Maskot angkatan tahun ini, Pinnacle Generation, yang dirancang berbentuk kapal, belum selesai dikerjakan hingga hari pelaksanaan. Kondisi tersebut memengaruhi kerapian tampilan area lapangan yang seharusnya sudah tertata utuh pada tahap gladi bersih. Panitia menempatkan temuan ini sebagai prioritas penyelesaian dalam sisa waktu yang tersedia.



Rencana tindak lanjut setelah gladi bersih difokuskan pada perbaikan seluruh kekurangan yang telah teridentifikasi. Setiap catatan lapangan, baik yang menyangkut penampilan maupun kesiapan perlengkapan, akan dibenahi sebelum 22 Agustus. Waktu yang tersisa terhitung singkat, sehingga koordinasi antar-bidang kepanitiaan menjadi kunci. Tema yang diusung tahun ini, “Sinergi Penyelarasan Formasi dan Pematangan Mental Menuju Puncak Mahakarya”, justru diuji paling nyata pada tahap akhir seperti ini.
Di balik hitungan langkah dan ketukan aba-aba, ada pelajaran yang lebih panjang usianya daripada acara itu sendiri. Kesediaan mengulang, memperbaiki, dan menerima koreksi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan di pesantren. Islam mengajarkan bahwa kesungguhan dalam menyelesaikan amanah memiliki nilai tersendiri, terlepas dari besar atau kecilnya tugas yang dipikul. Ribuan santri yang berdiri di bawah terik lapangan sedang belajar bahwa hasil yang membanggakan lahir dari proses yang jujur.
Menuju hari puncak, dukungan dari seluruh elemen pesantren menjadi penentu. Santri diharapkan menjaga stamina dan kedisiplinan, panitia merampungkan seluruh kebutuhan teknis termasuk penyelesaian maskot angkatan, sementara dewan guru mendampingi proses akhir persiapan. Wali santri dan masyarakat sekitar diimbau turut menyaksikan Apel Tahunan ke-39 pada 22 Agustus mendatang. Mari kawal tahap terakhir ini bersama-sama, agar kerja keras berpekan-pekan berbuah penampilan yang layak dikenang.


