Matahari pagi baru saja meninggi ketika ribuan santri putra dan putri memenuhi Stadion Kampus 3 Lapangan Hijau, Jumat, 8 Agustus 2026. Mereka mengikuti Gladi Perdana PORSEKA (Pekan Olah Raga Seni dan Pramuka), uji coba lapangan pertama menjelang Apel Tahunan PORSEKA ke-39 pada 22 Agustus mendatang. Panitia Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy bertindak sebagai penyelenggara utama dengan melibatkan seluruh warga pesantren. Gladi ini mengusung tema “Sinergi, Kesiapan, dan Pematangan Kreativitas Santri”.


Seluruh santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining, mulai kelas 1 hingga kelas 6 TMI, dilibatkan dalam agenda ini. Rangkaian acara dibuka dengan gladi upacara untuk meninjau sejauh mana hasil latihan yang telah ditempuh. Setelah itu, barisan bergerak menuju gladi defile, melangkah tegap sambil menghormat kanan ke arah podium. Sesi terakhir diisi gladi penampilan, tempat setiap kelompok menunjukkan hasil latihan mereka untuk dinilai dan dikoreksi.
Sejumlah penampilan diuji secara berurutan dalam satu rangkaian alur pada pagi itu, yaitu:
- Baris-berbaris (defile)
- Penampilan Kelompok Bermain Anak-anak
- Grand Opening
- Pasukan Inti Pencak Silat
- Pasukan Khusus Pramuka
- Gymnastic
- Drum Band Putri




Menyatukan formasi ribuan santri dari beragam penampilan ke dalam satu alur yang rapi menjadi pekerjaan yang jauh dari mudah. Tantangan terbesar gladi perdana ini berpusat pada tiga hal: manajemen waktu, sinkronisasi pergerakan massa, dan ketahanan fisik peserta. Panitia berhadapan dengan kerumitan tersendiri dalam mengatur transisi perpindahan antarpenampilan agar berjalan mulus tanpa jeda yang membosankan. Kendala semacam inilah yang justru dicari, karena lebih baik ditemukan hari ini daripada muncul di hari puncak.
Evaluasi diberikan langsung di lapangan oleh Ustaz Musthafa Zahir dan Ustaz Nasikhun. Keduanya menyoroti detail yang kerap luput dari perhatian, mulai dari ketepatan formasi barisan hingga efisiensi durasi setiap sesi. Gladi ini turut disaksikan jajaran dewan guru, Wakil Pengasuh, serta Pengawas Pesantren. Kehadiran mereka memberi bobot tersendiri bagi para santri yang tengah diuji kesiapannya.
Melalui ajang uji coba ini, panitia dan dewan asatidz dapat memetakan secara langsung bagian mana saja yang masih memerlukan penyempurnaan. Pemetaan tersebut mencakup transisi antarpenampilan, ketepatan formasi barisan, hingga efisiensi durasi waktu. Pencapaian utama yang diharapkan adalah terukurnya kesiapan teknis sekaligus mental seluruh kelompok peserta sebelum tampil di arena utama. Evaluasi nyata di lapangan terbuka dinilai esensial untuk meminimalisasi kendala tak terduga pada 22 Agustus nanti.


Langkah lanjutan yang paling krusial setelah gladi berakhir adalah pelaksanaan evaluasi terpusat. Jajaran kepanitiaan bersama dewan asatidz pembimbing akan membedah catatan lapangan, mengidentifikasi titik lemah dalam transisi, serta mengoreksi kekurangan pada setiap formasi. Hasil pembedahan itu menjadi landasan pacu bagi setiap elemen untuk memahami target perbaikan yang harus dicapai dalam waktu yang tersisa. Waktunya singkat, dan setiap hari latihan menjadi berharga.
Di balik derap langkah dan aba-aba yang menggema pagi itu, tersimpan pelajaran yang lebih dalam daripada kerapian barisan semata. Islam mengajarkan keindahan barisan yang tersusun rapat dan kokoh, sebagaimana digambarkan dalam Surah Ash-Shaff ayat 4. Barisan yang rapi lahir dari kesediaan setiap individu menundukkan ego demi keselarasan bersama. Nilai itulah yang sesungguhnya sedang ditanam di lapangan hijau: disiplin, kesabaran, dan kepercayaan kepada rekan di kanan-kiri.



Gladi perdana ini menjadi cermin jujur bagi kerja keras para santri selama masa persiapan. Ada formasi yang masih goyah, transisi yang tersendat, dan langkah yang belum seragam, tetapi di sanalah proses pendidikan bekerja. Dua pekan ke depan akan menentukan apakah catatan lapangan hari ini benar-benar berubah menjadi perbaikan. Mari kawal dan dukung persiapan para santri hingga Apel Tahunan PORSEKA ke-39 pada 22 Agustus mendatang melalui doa, kehadiran, dan perhatian yang tulus. Sebab penampilan yang memukau di hari puncak selalu berakar pada latihan yang tidak terlihat.


