Geliat Kegiatan MI Darunnajah Pada Tengah Semester Genap

Juma’t pagi (27/3/09), saat itu pukul menunjukkan 07.00 WIB. Kampus 2 pesantren Darunnajah yang merupakan lokasi belajar untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyyah (MI) mulai ramai. Satu persatu wajah-wajah mungil ceria berseragam pramuka berdatangan menuju kelas masing-masing dengan membawa bungkusan plastik di tangan.

Setelah meletakkan tas di dalam kelas, mereka membawa bungkusan ke kantor. Di dalam kantor, para guru siap menerima bungkusan tersebut. “Bungkusan ini berisi beras, buat keluarga Sandi Ikrar siswa kelas 4, dari Banar yang sedang terkena musibah, ayahnya meninggal, kemarin” tutur Ustadzah Tini Rustini menjelaskan kepada Wardan

Kegiatan seperti ini telah sejak lama dilakukan MI Darunnajah ketika ada salah satu orang tua atau wali dari mereka yang meninggal. Selain mengajarkan kepada siswa tentang Filantropi, hal ini juga dapat melatih sense of social mereka. Bentuk sumbangan yang dikumpulkan dapat berupa beras sebanyak + 1 liter atau uang, sebesar + 1.000. “Biasanya lebih banyak yang bawa beras daripada uang. Setiap mengumpulkan sumbangan, lumayan sih, kira-kira perolehan mencapai + 40 liter beras” terang Ustadzah Enok di sela-sela kesibukannya memasukkan bungkusan ke dalam karung.

Praktik Ibadah

Tepat 07.30 WIB, bel masuk kelas berbunyi. Namun kali ini para siswa tidak langsung masuk kelas, melainkan menuju masjid yang terletak di samping area kelas. Setiap hari Jum’at, jam pelajaran pertama adalah praktik ibadah sholat.

Di bawah komando Ustadz Hamdani, dengan barisan rapi, siswa-siswi mulai mempraktikan sholat Shubuh bersama-sama. Dimulai dengan niat, gerakan takbirotul ikrom dan gerakan-gerakan lain, mereka lancar melafalkan bacaan-bacaan sholat. Hal ini memudahkan guru-guru yang berada di tengah-tengah mereka untuk mengawasi jalannya kegiatan.

Para guru berharap, lancarnya mereka atas bacaan-bacaan sholat merupakan wujud dari aplikasi dalam melaksanakan sholat sehari-hari di rumah masing-masing. Karena pihak sekolah meskipun telah memasukkan materi pelajaran praktik sholat dan membiasakan sholat Dzuhur setiap harinya di masjid secara berjamaah, dirasa masih sangat kurang bagi mereka. Masih ada 4 waktu lagi yang harus mereka kerjakan di rumah, semoga dalam hal ini mereka juga mendapat bimbingan dari keluarga.

Tiga puluh lima menit kemudian praktik sholat berakhir. Dari praktik sholat tersebut, Siti Mulyanah dan kawan-kawan dari kelas 6 mengatakan bahwa praktik seperti ini sangat bagus, karena memang seharusnya anak-anak sebaya mereka mendapat pembiasaan dalam hal ibadah seperti ini, terutama sholat yang memang sangat utama sebagai seorang muslim.

Usai praktik, mereka menuju kelas sebagaimana biasanya. Jam kedua dan seterusnya mereka belajar kembali bersama guru kelas. Setelah bel yang menunjukkan masuk jam kedua, semua kelas telah mulai sibuk di dalam kelas masing-masing.

Guru MI ikuti pelatihan

Sebelumnya, 12-13 Maret lalu, guru-guru MI mengikuti pelatihan guru MI se-Kecamatan Cigudeg, Sukajaya dan Jasinga. Pelatihan yang digagas oleh kelompok kerja madrasah (KKM) tersebut bertempat di MTs Mathlaul Anwar 06 Pasir Nangka Cigudeg.

Kegiatan pelatihan yang mengusung peningkatan kualitas guru MI ini diikuti oleh 135 peserta dari sekitar 25 MI. Dalam kesempatan itu, Bapak Ahmad Buchori, A.Ma selaku pendais, berkenan membuka acara diikuti dengan pidato sambutan.

Kali ini, materi pelatihan membahas 2 materi penting berkaitan dengan sertifikasi guru dan penerapan materi KTSP. Hari pertama, materi pelatihan dikonsentrasikan terhadap pembahasan sertifikasi dari kebijakan hingga tata cara penyusunan portofolio. Sebagai nara sumbernya adalah Drs. Memed Asri, dkk. Memasuki hari keduanya, materi KTSP juga dibahas tuntas oleh Bapak Anwar, dkk.

“Dari pelatihan ini, sebagai guru baru, saya jadi memahami tentang proses KBM berdasar KTSP” ujar ustadzah Tini Rustini, salah satu peserta kegiatan tersebut.

Siap Buka Pendaftaran Baru

Menyambut tahun ajaran baru 2009-2010, Ustadz Nurfathoni, S.H.I. selaku kepala sekolah MI Darunnajah telah bekerja keras untuk kemajuan lembaga yang dipimpinnya itu. Target yang ingin dicapai tahun depan diantaranya adalah membuat ruang kelas baru. Ini sesuai dengan harapannya, ingin menciptakan suasana belajar bagi siswa-siswi yang lebih nyaman dan kondusif.

Selain itu, terkait dengan obsesinya yang ingin meningkatkan peringkat sekolah di kabupaten Bogor, ayah dari Faiza ini terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan bertekad mencetak lulusan MI Darunnajah mampu bersaing dengan yang lainnya. Menurutnya, MI Darunnajah akan mencetak siswa yang cerdas, berakhlak mulia, sehat, terampil, beriman dan bertaqwa.

Adapun 8 keuntungan yang akan didapat sebagai siswa-siswi MI Darunnajah adalah sebagai berikut:

1. Mendapatkan pembelajaran secara efektif

2. Mendapatkan bimbingan materi umum dan agama yang seimbang

3. Mendapatkan pembinaan dan praktik keagamaan secara intensif

4. Potensi siswa akan lebih berkembang

5. Mendapatkan sarana dan prasarana belajar yang memadai

6. Mendapatkan pelatihan keterampilan tepat guna bagi siswa

7. Siswa mampu membaca Al-Qur’an

8. Siswa terbiasa berdisiplin Waktu

Bagi calon wali murid yang ingin mendaftar dapat menghubungi Panitia Penerimaan Murid Baru (PPMB) dengan biaya pendaftaran dan uang bulanan gratis.

Keterangan:

MI Darunnajah juga menerima siswa-siswi yang ingin tinggal di pesantren (mukim) atau menjadi santri Pesantren SD/MI Darunnajah. Dengan kegiatan 24 jam di pesantren dan mendapat fasilitas kamar, latihan komputer, silat, percakapan bahasa Arab & Inggris, latihan pidato, belajar menulis Arab indah, benatu, kesehatan, pendidikan formal, olah raga, darmawisata, dll.

Biaya menjadi santri SD/MI Darunnajah tahun 2009-2010 adalah sebagai berikut:

§ Uang muka : Rp 2.750.000

§ Uang bulanan : Rp 396.000