DNKindergarten, 26/06
Kegiatan belajar mengajar di kelas menuntut daya konsentrasi yang lama. Untuk pembelajaran di TK seluruhnya sekitar 1 jam 30 menit. Anak-anak kadang tidak dapat mempertahankan konsentrasinya. Menurut pengalaman pribadi, salah satu murid saya tidak dapat mempertahankan konsentrasinya lebih dari 5 menit. Dia akan mengalihkan pembelajaran dengan berjalan-jalan di kelas atau berbicara dengan teman sebelahnya bahkan mengganggu temannya. Begitu saat mengerjakan tugas, tugas akan selesai jika ditemani guru itupun butuh waktu yang lama karena ketidak adaan konsentrasi si anak. Inilah salah satu masalah yang kadang terjadi pada anak usia TK. Anak yang mengalami gangguan pusat perhatian dan Hiperaktivitas disebut juga ADHD (Attention Defisit and Hiperactive Disorder).
Gejala umum yang tampak pada anak dengan ADHD :
=> Inatesi, anak tampaknya tidak mendengarkan apa yang dikatakan kepadanya. Seringkali bengong dan sulit mengikuti instruksi.
=> Hiperaktivitas, anak cenderung bergerak terus dan tak ingin diam. Ia sibuk dengan hal yang menarik perhatiannya.
=> Impulsif, anak sering tidak sabaran dan tanpa perasaan takut terlibat dalam perbuatan berbahaya atau yang mengganggu orang lain.
=> Disorganisasi, anak tidak bisa merapikan barangnya sendiri.
=> Relasi sosial yang buruk, perasaan tidak mampu dan rendah diri. Bila mengerjakan tugas, ia mudah menyerah.
=> Koordinasi yang buruk, sering menunjukkan pola motorik kasar / halus yang tidak harmonis.
=> Problem daya ingat, seringkali lupa akan tugas dan tanggung jawabnya.
=> Pikiran yang berulang-ulang terhadap satu hal, apabila ia menyukai sesuatu ia akan membicarakannya terus.
ADHD berpengaruh terhadap perkembangan anak, yaitu masalah dengan produktivitas dan motivasi, penurunan ‘working memory’, kesulitan berhubungan dengan teman dan gangguan wicara. Pengaruh terhadap prestasi, yaitu perilaku yang buruk di kelas, prestasi akademik buruk, tidak naik kelas. Pengaruh dalam keluarga, yaitu meningkatkan derajat stres orang tua, meningkatkan terjadinya konflik antar ayah dan ibu, perubahaan status pekerjaan orang tua.
Melihat dampak yang begitu besar, maka kita harus segera mencari bantuan kepada ahlinya. Psikiater membantu dari sisi dedikasi yang harus dilakukan. Psikolog membantu dari sisi terapi tingkah lakunya. Guru dan orang tua melakukan follow up terhadap setiap perubahan yang telah dicapai anak.
Dr Russley Barkley menyarankan orang tua yang memiliki anak ADHD untuk melungkan waktu 20 menit per hari sebagai cara agar anak mendapat manfaat kasih sayang yang afirmatif. Ada sebuah ungkapan yang hendaknya dijadikan renungan kita. Son become a father, father become a son. Seorang bayi akan tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak. Ketika anak-anak, ayah mengajari anaknya.Seiring berjalan waktu, anak akan tumbuh menjadi dewasa. Ia akan menikah dan memiliki anak akhirnya menjadi ayah. Sedangkan ayah, dengan bertambah usia akan menjadi lemah dan akhirnya berperilaku seperti anak-anak. Dan anak dari ayah itulah, yang akan membantu ayah yang telah menjadi anak-anak tersebut.
Mari kita menjalin hubungan yang baik dengan anak. karena saat ini, anak yang tergantung dengan kita akan menjadi gantungan kita kelak di kemudian hari tua.
sumber : buku They’re just Kids (Putu Inna Rusniadi, Psi)
(sita,[email protected])