Eko Saputra, Santri Yang Dulu Dalam Pramuka Giat Kini Jadi Camat.

Terhitung tanggal 4 Agustus 2017 Eko Saputra, SSTP., MH. alumni TMI Darunnajah 2 Cipining Bogor angkatan 10 (Mustafida) lulus tahun 2003, diamanahi oleh Bupati Merangin dan dilantik menjadi Camat di Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin dengan jumlah penduduk lebih kurang sebanyak 20.000 jiwa. Kecamatan ini terbagi dalam 8 desa. Sebuah amanah yang sangat berat untuk dipikul tapi harus dijalani dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Salah-satu hal yang disyukurinya adalah bahwa sebelumnya dia telah menjabat sebagai Sekretaris Camat di Kecamatan Bangko sehingga menjadi bekal berharga serta pengalaman teknis yang memadai dalam mengemban tugas menjadi seorang Camat.

Juga, berbekal dari ilmu pengetahuan dan pengalaman kehidupan yang dipelajarinya selama di pesantren dan di kampus STPDN, pemuda kelahiran Bangko 23 Oktober 1985 tersebut dengan penuh keyakinan berniat untuk berbuat lebih baik dalam menjalankan amanah ini. Dia selalu ingat sebuah syair Mahfudzat yang didapatnya selama di pondok yang berbunyi man jadda wajada (barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil).


Diawal tugasnya, suami dari Wike Azfiani, SS. ini dihadapkan dengan kegiatan persiapan memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 di Kecamatan Tabir Selatan. Banyak kegiatan yang dilaksanakannya: mulai dari upacara, pawai dan resepsi kenegaraan. Meskipun sebagai Camat baru di Kecamatan tersebut dan notabene dia belum begitu mengenal kondisi lapangan tapi dengan niat usaha yang terbaik dan koordinasi dengan aparat desa serta berusaha mendekatkan diri dengan tokoh masyarakat, akhirnya acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Proses pendekatan kepada masyarakat sudah dipelajarinya secara langsung pada saat dulu Praktek Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) di akhir kelas 6 TMI / XII MA.
Ada pola yang selalu diusahakan oleh ayah dari Attisya Latifa Shanazputri ini untuk menerapkannya dalam bertugas yaitu pola kekeluargaan, sehingga dimanapun dia bertugas semua rekan kerja dianggap sebagai keluarga.

Figur yang dulu pada saat menjadi Qismul Lughah (Bagian Bahasa) Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) pernah terpilih menjadi Pengurus Teladan tersebut berpesan: “ Yakinkan diri kita kepada ALLAH. Niatkan bertugas dengan ikhlas karenaNya maka petunjuk dan jalan pasti akan selalu dicurahkan!”.
Kepada para santri, pemuda yang dulu ketika di pesantren juga pernah menjadi Ketua Koordinator Pramuka, aktif dalam kelompok Santri Darunnajah Pecinta Alam (SAHPALA) dan Pasukan Khusus (PASSUS) Pramuka ini berbagi motivasi agar mereka membekali diri dengan ilmu yang banyak selama di pondok. Imbangi kegiatan duniawi dengan ibadah untuk akhirat. Santri adalah calon sosok pemimpin yang diharapkan masyarakat. Kuat agama dan bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat. Harapannya suatu saat nanti akan ada Presiden dari kalangan para santri, aamian!. (wardan/mr.mim).




