Dulu Ketua OSDC, Kini Penilai KJPP

Dulu Ketua OSDC, Kini Penilai KJPP

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Banyak kiat dan metode untuk menilai kualitas suatu lembaga pendidikan, salah-satu caranya adalah dengan melihat sepak terjang alumninya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa alumni merupakan salah satu pilar kemajuan almamaternya.

Berikut kembali dihadirkan informasi aktivitas dan profesi alumni, dengan harapan menjadi motivasi serta inspirasi bagi para santri dan juga rekan-rekan sesama alumni.

Erwin, nama panggilan alumni angkatan 5 TMI Darunnajah Cipining lulus tahun 1998 ini merupakan aktivis KJJP. Penasaran? Yuk langsung saja kita wawancara dengan alumni asal Jambi ini:

Apa kepanjangan dari KJPP?

KJPP adalah singkatan dari Kantor Jasa Penilai Publik. Untuk saat ini, kami berada di KJPP MBPRU dan Rekan (Kantor Jasa Penilai Publik Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan). MBPRU adalah singkatan dari nama-nama founding partners (pendiri). Awal pendirian kantor ini sejak tahun 2009 yang merupakan penyatuan dari beberapa perusahaan “Konsultan” yang bergerak di bidang profesi penilaian aset (properti), research and development, feasibility study, monitoring project, manajemen aset dan property agen. Sampai saat ini sudah ada 15 (lima belas) cabang di Indonesia.

Bagaimana gambaran umum tugas dan fungsi pokoknya?

Visi dari KJPP MBPRU dan Rekan adalah menjadi KJPP dan Konsultan Properti yang Profesional, Prudent and Trusted. Dari visi tersebut maka tugas dari KJPP diantaranya memberikan jasa layanan penilaian dan konsultansi properti dengan produk berupa penilaian aset (properti), research and development, feasibility study dan monitoring project secara profesional, hati-hati dan dipercaya. Lebih lengkap bisa di lihat di www.kjpp-mbpru.com

Lembaga ini termasuk instansi pemerintah atau swasta independen?

KJPP termasuk sebuah perusahaan swasta independen. Boleh dikatakan “Penilai” merupakan sebuah profesi yang setara dengan “Akuntan”.

Sejak kapan aktif di KJPP?

Mulai berkarir di KJPP sejak tahun 2016. Dan alhamdulillah telah teregister di Kementrian Keuangan RI sebagai penilai.

Bagaimana asal mulai terlibat di dalamnya dan alasan yang melandasinya?

Historikal pekerjaan memang selalu di perusahaan konsultan. Tahun 2002-2007 pernah bekerja di PT. XSYS Consultan yang bergerak di bidang penilaian aset. Tahun 2008-2015 terlibat dalam wiraswasta di bidang jual beli computer dan handphone. Tahun 2016 mulai masuk KJPP MBPRU. Alasan yang melandasinya adalah kesesuaian pengetahuan yang pernah dipelajari di bangku kuliah, adanya jenjang karir yang jelas dan profesi ini sebenarnya juga membantu bangsa terutama negara Indonesia sesuai amanat UUD ‘45 pasal 33 ayat 2 tentang kekayaan alam.

Adakah ekstrakulikuler yang diikuti dulu di DNC (Darunnajah Cipining) mendukung profesi sekarang? Termasuk dulu menjadi ketua OSDC?

Tentu saja, karena ini adalah sebuah profesi, maka ekstrakulikuler di DNC seperti pramuka, muhadhoroh, bela diri dan yang lainnya secara tidak langsung ada yang mendukung di profesi ini. Salah satu contohnya foto berikut ini adalah mengukur ketinggian pohon sengon yang akan dinilai.

Sedangkan pengalaman sebagai ketua OSDC tentu memberikan multi manfaat bagi kami pribadi untuk mengatur strategi penyelesaian pekerjaan secara efektif dan efisien. Semua kegiatan yang pernah dilakukan di Pondok semuanya bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga, kantor dan orang lain.

Setelah lulus dari Pondok tahun 1998, kami langsung melanjutkan studi strata 1 di Universitas Jambi Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan dan lulus di tahun 2003. Karena terkendala biaya stag di S-1.
Untuk menjadi penilai harus menempuh pendidikan khusus penilaian, diantaranya Pendidikan Dasar Penilaian, Pendidikan Lanjutan Penilaian dan Ujian Sertifikasi yang diselenggarakan oleh asosiasi penilai atau MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia). Posisi sekarang masih dalam Pendidikan Lanjutan Penilaian. Dan do’akan kami mudah-mudahan RUU tentang Penilai menjadi prolegnas di tahun akan datang.

Sebagai tambahan untuk santri yang masih belajar, bahwa pendidikan formal dan non formal merupakan serangkaian kegiatan belajar yang harus terus simultan berjalan. Semangat belajar dalam menggapai cita-cita baik masih di dalam pesantren atau setelah selesai harus semakin bergairah. Jadikan ilmu yang diajarkan di pondok merupakan landasan dan filter dalam pembentukan karakter yang akan kita tampilkan di tengah masyarakat. Dimanapun kita berada nanti, akhlak, adab dan ilmu yang telah diajarkan di pesantren merupakan kunci menuju kebahagiaan. Ingatlah “Bahagia sudah tentu sukses, tapi sukes belum tentu bahagia”.

Berikut disertakan beberapa foto kegiatan, antara lain:

– Foto Kegiatan Penilaian Aset Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. Perkebunan Nusantara VI di Solok Selatan Sumatera Barat didampingi oleh manager kebun

– Foto Rakercab 2022

 

– Foto Kegiatan Penilaian Aset milik PEMDA Kab. Kerinci Prov. Jambi didampingi Kadis Pendidikan

– Foto Kegiatan Penilaian Aset Perkebunan Kelapa Hibryda milik PT. Perkebunan Nusantara XIV di Marinsow, Tiniwangko (Sulawesi Utara) didampingi oleh Kepala Direksi Perusahaan

– Rapat dengan klien di Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara VI dalam rangka presentasi kegiatan Studi Kelayakan bisnis perkebunan pada PTPN VI

(Wardan/Mr. MiM)

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah