Zaman mesantren di Darunnajah Cipining (DNC), ia dikenal sebagai personalia Bagian Peribadatan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) pada 1995-1996, tugasnya mengatur dan mengondisikan suasana sholat jamaah setiap hari di masjid Jami’ Darunnajah. Termasuk mengatur jadwal adzan dan mu’adzin serta menjadwal petugas Qari yang membaca Al Qur’an dengan nada-nada indah sebelum Sholat Maghrib, Shubuh dan Jum’at. Ia pernah bertugas sebagai konsul perdagangan di Hong Kong. Kini menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI.
Berikut profilenya: nama lengkapnya Iqbal Shoffan Shofwan, S.IP, M.Si., lahir di Payakumbuh, 18 Oktober 1978, menikah dengan Mella Muthia dan dikaruniai tiga anak laki-laki. Pernah mesantren sebagai santri DNC angkatan IV kurun 1991-1996 atau dari kelas 1-5 TMI. Menamatkan jenjang SMA di Padang kemudian melanjutkan studi sarjana di Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (1997-2003) serta paskasarjana Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (2004-2006).
Pada 2006-2007 ia menjadi dosen luar biasa di jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas. Sejak 2008 tercatat sebabgai pegawai di Kementerian Perdagangan RI dengan riwayat pekerjaan sebagai berikut:
Analis Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri, 2008 s/d 2010
Kepala Seksi Kelembagaan, Dit. Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, 2010-2013
Kasubag Pemantauan Program, Sekretariat Direktotat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, 2013-2016
Kasubdit Distribusi Langsung dan Waralaba, 2016-2018
Konsul Perdagangan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong, 2019-2021
Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik, Kementerian Perdagangan, 2021-2022
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, 2022-2024
Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, 2024
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Manajemen dan Tata Kelola, 2024-2025
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, 2025 s/d sekarang
Sejak Januari 2025, ia resmi dilantik sebagai Dirjen Perdagangan Dalam Kementerian Perdagangan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Dr. Budi Santoso, M.Si. Adapun di antara tugas pokok dan fungsi serta perannya sebagai seorang Dirjen adalah Menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penguatan dan pengembangan perdagangan dalam negeri.
Ketika WARDAN bertanya via whatsapp terkait nasehat dari Bapak Kiai yang paling mengesankannya, ia menjawab “Walaupun nasihat ini tidak ditujukan kepada saya secara pribadi, nasihat yang paling saya ingat dari beliau adalah “Tetaplah menjadi manusia yang bermanfaat dimanapun berada dan apapun pekerjaannya!”. Bapak Iqbal berpesan sekaligus memotivasi agar para santri tumbuh menjadi manusia yang berkarakter islami.




