Dua Hari Penuh Makna: LPJ OSPM dan Pramuka Darunnajah 3 Ungkap Perjalanan Satu Periode Dua Hari Penuh Makna: LPJ OSPM dan Pramuka Darunnajah 3 Ungkap Perjalanan Satu Periode

Dua Hari Penuh Makna: LPJ OSPM dan Pramuka Darunnajah 3 Ungkap Perjalanan Satu Periode

Serang, Senin–Selasa, 5–6 Januari 2026, Selama dua hari, Aula Fathan Mubina Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 menjadi ruang di mana sebuah kepemimpinan tidak lagi disimpulkan, tetapi ditunjukkan. Pengurus Organisasi Santriwati Putri Al-Manshur (OSPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka masa bhakti 2025–2026 menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di hadapan seluruh santriwati kelas 1 hingga 5 TMI, membuka secara utuh perjalanan satu periode dari rencana yang disusun hingga pelaksanaan yang dijalankan.

LPJ ini merupakan bentuk penyampaian kinerja organisasi selama satu tahun kepengurusan, mencakup program kerja, realisasi kegiatan, serta evaluasi terhadap berbagai dinamika yang dihadapi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup masa jabatan, tetapi juga bagian dari sistem pembelajaran organisasi yang menekankan transparansi, tanggung jawab, dan kesinambungan kepemimpinan.

Pada hari pertama, pemaparan laporan berlangsung secara sistematis. Pengurus OSPM masa bhakti 2025–2026 menyampaikan laporan per bidang secara bergantian, diikuti laporan dari Koordinator Gerakan Pramuka. Setiap bagian menghadirkan gambaran konkret mengenai pelaksanaan program, capaian yang diperoleh, serta kendala yang dihadapi selama proses berlangsung. Penyampaian dilakukan secara runtut, menempatkan fakta dan pelaksanaan nyata sebagai inti laporan.

Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan penegasan terhadap poin-poin penting dari laporan yang telah dipaparkan. Seluruh santriwati mengikuti jalannya kegiatan dengan perhatian yang terjaga, menyimak bagaimana sebuah organisasi dijalankan dalam satu periode penuh. Dalam tahap ini, LPJ tidak lagi sekadar laporan, tetapi menjadi cerminan proses bagaimana perencanaan diubah menjadi tindakan, dan bagaimana setiap tindakan dievaluasi.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga transparansi dan keberlanjutan organisasi di lingkungan pesantren. Setiap program yang telah dilaksanakan dipaparkan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh santriwati, sekaligus menjadi referensi bagi kepengurusan berikutnya dalam menyusun langkah yang lebih terarah. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kesiapan pengurus dalam menyampaikan pertanggungjawaban secara menyeluruh. Tidak ada bagian yang terlewat, tidak ada proses yang dipercepat, semuanya berjalan sesuai alur yang telah dirancang.

 LPJ ini pada akhirnya tidak hanya mencatat apa yang telah dilakukan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah kepemimpinan dijalankan dari awal hingga akhir. Di dalamnya terdapat proses belajar, pengambilan keputusan, hingga evaluasi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan organisasi. Dengan berakhirnya kegiatan ini, masa bhakti 2025–2026 resmi ditutup. Namun yang tersisa bukan sekadar laporan, melainkan jejak kerja dan pengalaman yang akan menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya, untuk melanjutkan, memperbaiki, dan melangkah lebih matang.