Dino Zoof From Nanggung Gagalkan SMANEL All Final

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Laporan Dasment. Makin petang pertandingan makin menantang, mungkin kata itu yang pantas disematkan pada pertandingan SMANEL A versus SMA Nanggung.

Pada pertandingan sebelumnya, Pongkor boys mampu melindas 6:1 atas Darunnajah B, sedangkan SMANEL B melibas Laskar Jombang 8:5.

The Pongkor boys lebih diuntungkan, mereka langsung ke tangga semi final, sementara lawannya harus mendapatkan hadangan tangguh Laskar Jombang di babak perdelapan final.

Dengan meredanya hujan dan keringnya lapangan, memudahkan kedua kubu untuk mendilai dan memainkan bola. Bola makin mudah dikendalikan, sehingga permainan enak ditonton.

Dari awal babak sampai akhir babak permainan kedua kubu tidak surut, serangan demi serangan dihujamkan kedua team. SMANEL A yang saudara mudanya beberapa menit sebelumnya sudah memastikan diri terlebih dahulu laju ke final tampil ngotot dan lugas.

Permainan cukup alot, namun SMANEL mampu menguasai jalannya pertandingan 60%:40%, derasnya serangan mampu membuat shock therapy kubu lawan. Tercatat 15 shot on goal mereka buat pada babak pertama, hanya sesekali saja Pongkor boys raih peluang.

Awww….. raut kekecewaan hinggapi penyerang SMANEL, tendangannya masih mudah dipatahkan kokohnya tiang gawang. Uuhhhhh……lagi-lagi kekesalan mendera, tendangan setengah vollinya masih menyamping tipis sepersekian senti di samping kiri gawang.

Woowww… supporter pedukung, lagi-lagi dibuat terhenyak dengan kepiyawaian penjaga gawang Pongkor. Ia berjibaku selamatkan daerahnya,. Jungkir balik, tinjuan, tendangan, bahkan tekling-tekling tajam membahaykan dilakukannya demi menjaga keperawanan gawangnya.

Penjaga gawang bertubuh kecil mungil ini amat lugas setiap menghalau, menghempas serangan-serangan dan hujaman-hujaman bola, 15 shot mengarah ke gawangnya mampu dipatahkan dengan mudah.

Babak kedua kian seru dan menarik saja. Permainan keras dan menjurus kasar kian menjadi, hal ini membuat kerja wasit Dede Maryadi ekstra keras dengan melayangkan lima kartu kuning buat dua kubu. Para pemain saling buat provokatif lawan.

Lagi-lagi Dino Zoof from Nanggung, membaut decak kagum lawan dan kawan. Serangan demi serangan, samping, depan, tengah mampu dibendungnya. Bahkan dua second penalty yang dihadiahkan wasit kepada SMANEL mampu ditepis menjulang keatas dan ke samping kanan gawangnya.

Brilliant, hebat, cepat dan tepat bak harimau menerkam mangsa, exactly tepat sasaran, itulah kata-kata yang dilontarkan penonton pada pertandingan yang penuh mendebarkan sepanjang 40 menit. Disuka kawan, dibenci lawan.

Pertandingan ini akhirnya berakhir sama kuat, tidak ada gol yang dibuat, memaksa dilanjutkan perpanjangan waktu.

Setelah digulirkan perpanjangan waktu, tidak tercipta satu golpun maka pertandingan mau tidak mau dilanjutkan dengan DRAMA ADU PINALTI.

Makin menegangkan saja, detik-detik penalty menjelang maghrib ini tiga penendang pertama hanya membuahkan 1:1. Dilanjutkan penendang selanjutnya adu tendang kipper. Tetap saja, hasilnya nihil, dua kipper dari dua tem tidak mampu merubah kedudukan.

Boom, penendang berikutnya nomor punggung 19 asal nanggung mampu melesakkan tipis saja bola ke gawang lawan. Beban berat dipanggul kapten SMANEL, pemain bertubuh tinggi jangkung di atas rata-rata pemain ini menjadi penentu keadaan, menyamakan point sehingga memaksa tambahan penendang, atau kalah.

Satu…. Siap…siap…, wasit acungkan jempol tangannya tanda memberikan aba-aba. Eksekutor siap ambil ancang-ancang, dag-dig-dug, jantung berdetak makin mengencang.

Priiiitttttt…..wasit membunyikan peluit. Langkah-langkah sang penentu kian kencang, lari sekencang-kencangnya mengambil awalan dan ……. boommm…bola dilesakkan ke gawang lawan.

Hore….yeach….yes…yes……., rupanya supporter lawan berjingkrak kegirangan, karena bola mampu ditepis penjaga gawang hingga bola membumbung tinggi. Yaahhh….., supporter dan team SMANEL tertunduk lesu, tidak ada SMANEL all Final pada tournament ini, mereka melalui saudara mudanya harus berjuang kembali di partai pamungkas, rabu, 28 Juli 2010. [Wardan/Mr. Song]

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Nasihat Untuk Guru Baru 2020

via IFTTT NASIHAT DAHSYAT PA KYAI UNTUK CALON ALUMNINasihat Syeikh Dr. Sa’ad bin Nashri As Syatsri untuk Santri[Celoteh Santri] Nasihat ketua JQ kepada anggotanya[Celoteh Santri]