Pondok Pesantren Darunnajah secara resmi membuka Olimpiade TMI (Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyah) & MFK (Musabaqah Fathul Qutub) Ke-5 Tahun 2026, pada Senin, (20/04).
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.M., mengapresiasi semangat seluruh peserta dalam menjaga tradisi tahunan ini.
KH. Hadiyanto Arief menegaskan bahwa santri TMI merupakan generasi yang sedang disiapkan untuk menjadi khalifah fil ardh dan pemimpin umat di masa depan. Ia menambahkan bahwa Darunnajah terus memperkuat pembinaan santri melalui semangat tafaqquh fiddin sebagai ruh pendidikan pesantren.
“Tema ‘Kembali ke Khittah TMI’ yang diusung tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap santri harus bangga dengan identitas TMI-nya. Kita sedang menyiapkan generasi munzirul qaum, yakni penerus yang mampu memberi peringatan dan pencerahan di tengah masyarakat,” jelas KH. Hadiyanto Arief.
Olimpiade TMI & MFK Ke-5 Tahun Imi tercatat diikuti sebanyak 635 peserta dari kalangan santri dan santriwati perwakilan Cabang Darunnajah di seluruh Indonesia.
Olimpiade mengusung tema “Kembali ke Khittah TMI”, mencakup berbagai mata lomba di bidang keilmuan, keguruan, dan kepesantrenan.
Tahun ini, panitia juga memperkenalkan sejumlah mata lomba baru, yaitu microteaching yang mengasah kompetensi keguruan, serta problem solving yang mengukur kemampuan berpikir kritis para peserta.
Sejak pertama kali digelar, Olimpiade TMI & MFK konsisten menjadi wadah kompetisi sekaligus silaturahmi antarcabang Darunnajah.
Program ini sejalan dengan visi Pesantren Darunnajah dalam melahirkan generasi yang mutafaqqih fiddin, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin umat di tengah masyarakat.
Melalui Olimpiade ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan santri melalui program-program pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter kenabian, penguasaan ilmu agama, serta kesiapan menjawab tantangan zaman. (Humas Darunnajah)
