Dengan PDPM Santri Kelas 6 TMI Semakin Keren

Dengan PDPM Santri Kelas 6 TMI Semakin Keren

Panggung Gembira Dalam PDPM Menjadi Wahana Laporan Secara Tidak Tertulis Kepada Masyarakat: Hasil PDPM Terhadap Kegiatan Bermasyarakat

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Praktek Dakwah dan Pengembangan Masyarakat atau disingkat PDPM adalah salah satu dari beberapa program lain yang diwajibkan bagi Satri Niha’i (santri kelas 6 TMI) yang akan segera menyelesaikan Studinya. Kegiatan wajib lainnya, antara lain Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) & Koordinator Pramuka, Resume buku, riset keagamaan, Fathu Kutub Turats, Ujian Nihai, dan Orientasi Perguruan Tinggi.

Panggung Gembira Dalam PDPM Menjadi Wahana Laporan Secara Tidak Tertulis Kepada Masyarakat: Hasil PDPM Terhadap Kegiatan Bermasyarakat

Sebelum terjun ke masyarakat untuk melaksanakan PDPM, santri telah diberi bekal, dan dengan berbagai kamampuan yang dimiliki masing-masing individu santri niha’i harus mampu berdakwah untuk memberikan kontribusi di masyarakat. Apa bekal mereka untuk PDPM? berbagai pengalaman dinamika kehidupan dan penerpaaan keilmuan sejak mereka masuk pesantren itulah sebenarnya bekal yang dipersiapkan.

Salah Satu Pemanpilan Dalam PG Oleh Anak-anak /remaja setempat Hasil Didikan PDPM

Untuk refresh maka menjelang keberangkatan, santri nihai kembali diberikan pembekalan, antara lain terkait bagaimana sikap menghadapi perbedaan (khikafiyah) di masyarakat, kiat sukses bermasyarakat, teknik pembuatan laporan hingga latihan operasional (latop) dengan simulasi langsung bersilaturrahmi kepada para dewan pengurus pesantren serta dewan guru di pesantren dan sekitarnya.

Kunjungan Supervisi Oleh Pengurus Pesantren

Berbagai macam motivasi seperti “Sampaikan ilmu walaupun hanya satu ayat”, “Sebaik-baik manusia adalah dia yang belajar dan mengajarkan Al-Quran” senantiasa didengungkan karena dengan adanya PDPM ini santri Niha’i agar dapat mengaplikasikan ilmu agama secara langsung dengan metode praktik, “Siap tidak siap, harus siap!” ujar ustadz Husnul Mubarok, S.Pd., Direktur Departemen Dakwah dan Hubungan Masyarakat.

Dalam kegiatan ini berbagai macam variasi dakwah bil haal diaplikasikan oleh santri Niha’i seperti mendawamkan sholat berjama’ah di masjid pada awal waktunya,  tadarrus dan tilawah al Qur’an, mengajarkan/praktek adzan dan iqomah, membuat kaligrafi, latihan silat, mengajar ngaji, bakti sosial, mentoring keagamaan, mengisi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS, latihan kepramukaan hingga silaturrahmi da silatulilmi kepada para tokoh masyarkat.

Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc memang mengajarkan kiat sukses berdakwah: berguru kepada yang lebih dewasa, berkawan dengan sebaya dan menjadi guru bagi yang lebih muda. Walhasil, mereka berdakwah sesuai dengan kapasitas serta kemampuan yang di milki.


PDPM angkatan 29 santriwan dan 23 santriwati tersebut telah terlaksana dengan baik dan lancar sukses barakah pada 10-24 Desember 2021 lalu. “Pesantren telah memberangkatkan 155 santriwati terbagi menjadi 15 kelompok putri dan 103 santriwan terbagi menjadi 11 kelompok putra. Adapun lokasi PDPM putra berada di desa Rumpin Bogor dan Putri di Curung Tangerang!” jelas Ustadzah Ummanah, salah seorang panitia PDPM Putri.


Dari hasil survei yang didapatkan melalui wawancara kepada salah satu tokoh masyarakat mengenai kegiatan PDPM ini, ia menyatakan bahwa PDPM merupakan progam Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining yang sangat bagus untuk menmbuhkembangkan SDM yang berkualitas terkhusus di bidang keagamaan, “Dengan adanya PDPM kami sebagai masyarakat sangat terbantu, selain menyambung silaturahim kami juga mendapatkan banyak manffat yang seyogyanya kita berharap kegiatan PDPM ini dapat dilakukan lebih dari 14 hari!” kesan tokoh masyarakat yang namanya tidak disebutkan kepada Wardan.

Taufan Al Luthfi salah satu peserta PDPM santri putra memberikan kesan-kesannya. “Kegiatan ini sungguh dirindukan oleh santri Niha’i, karena hanya di kegiatan inilah kita merasakan arti sesungguhnya dari belajar bermasyarakat dan ikut terjun langsung bersama masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari, bermain bersama anak-anak, dan mengamalkan ilmu yang telah didaptkan di pesantren. Untuk kedepannya, mungkin waktu yang diberikan bisa ditambah, karena 14 hari yang telah dilalui terasa sangat cepat sehingga ada beberapa kegiatan yang dirasa belum cukup maksimal, semoga PDPM tahun depan dapat lebih baik daripada tahun ini!” kata santri kelas 6A TMI yang pembawaannya kalem namun sangat antusias dengan PDPM. (Wardan/ Andi Wahyudi).

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah