Hari ini adalah hari ke-7 bagi peserta Praktik Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) 2017. Dimana hubungan antara peserta dengan masyarakat sekitar semakin dektAt dan semakin erat. Dimana keakraban peserta semakin mantap.

Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya kegiatan yang diadakan peserta Praktik Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) 2017. Seperi Olahraga bersama, Pramuka, Silat, Kumpul kumpul dengan pemuda dan pemudi sekitar, Ikut serta renovasi masjid, membuat mimbar, mengadakan perlombaan tingkat RT, latihan Hadroh, marawis, qasidah, menjadi panitia Maulid Nabi, menjadi MC di acara maulid, mengisi materi di pengajian atau Majlis Ta’lim, belajar membuat tahu dan belajar membuat tas, membuat mimbar masjid, membuat tong sampah dari ember yang tidak terpakai lagi, serta masih banyak lagi kegiatannya.

Ada hal menarik juga di dalam Praktik Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) 2017 yaitu peserta berkunjung ke dua pabrik atau tempat pembuatan. 1. Pabrik pembuatan tas 2. Pabrik Pembuatan tahu. Peserta diajarkan bagaimana cara pembuatannya dan seperti apa bahan bahan yang digunakan.
Selain juga berkunjung ke Pabrik Pembuatan Tahu, para peserta juga berkunjung dan belajar ke Pabrik Pembuatan Tas atau lebih dikenal dengan konveksi.

Selain praktik bagaimana cara pembuatannya peserta juga bertanya tanya tentang pabrik pembuatan tas tersebut. Berikut hasil wawancaranya yang telah dirangkum. Konveksii tas “Aorea” berada di Desa Bojong Rangkas, yang di dirikan sejak taun 2000 merintis dari 0 bermula dari hobby. Konveksi tetsebut dapat menghasilkan 200 lusin perminggunya, karyawan menetap sekitar 15 orang adapun karyawan yg mengerjakan dirumahnya masing masing berjumlah 23 orang. Tas ini dikirim ke daerah Dki Jakarta khususnya ke Pasar Senen. bahan yang digunakan dibeli di Pasar Tanah Abang Jakarta. Pemilik konveksi berkata “model tas tergantung kepada zaman atau mengikuti trend, semakin bagus modelnya maka semakin banyak pula orderan atau pemesanan yang diminta oleh konsumen”.

(WARDAN/NJalu)