Delegasi Dauroh Bahasa Arab ke-17 Ummul Quro Kunjungi Thaif dan Villa Syekh Hasan Bukhari Delegasi Dauroh Bahasa Arab ke-17 Ummul Quro Kunjungi Thaif dan Villa Syekh Hasan Bukhari

Delegasi Dauroh Bahasa Arab ke-17 Ummul Quro Kunjungi Thaif dan Villa Syekh Hasan Bukhari

Makkah, 9 Agustus 2025— Rangkaian kegiatan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro merupakan rangkaian wisata ilmiah dan spiritual. Salah satu agenda istimewa yang dilaksanakan adalah kunjungan ke Kota Thaif serta silaturrahmi ke villa Syekh Hasan Bukhari, seorang tokoh terkemuka dan pengajar di Ummul Quro.

Pagi hari sekitar pukul 07.00, rombongan delegasi dari Indonesia bersama peserta lainnya berangkat menuju Thaif. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dengan pemandangan menakjubkan berupa bukit-bukit batu besar yang menghampar sepanjang jalan. Thaif sendiri dikenal sebagai kota pegunungan yang subur dan sejuk, tempat tumbuhnya berbagai jenis buah-buahan seperti anggur, delima, dan kurma.

Ustaz Bakhmadi, selaku pembimbing rombongan, menjelaskan bahwa Thaif memiliki nilai historis dalam dakwah Nabi Muhammad SAW. Kota ini dulunya menjadi salah satu pusat peribadatan kaum penyembah berhala, seperti kaum Quraisy di Makkah. Nabi memilih Thaif sebagai tempat dakwahnya ketika menghadapi penolakan keras dari penduduk Makkah.

Setibanya di Thaif, rombongan berhenti di kawasan Jabal Syifa yang memiliki panorama alam memukau: jurang dalam, pegunungan batu, dan pemandangan yang mengingatkan pada negeri di atas awan. Di tempat ini, Syekh Hasan Bukhari menyambut langsung kedatangan rombongan dan berfoto bersama peserta.

Perjalanan dilanjutkan ke villa pribadi Syekh Bukhari yang terletak di atas bukit. Villa tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti ruang tamu, kolam renang, taman bermain anak, dan lapangan voli. Suasana akrab terjalin antara peserta dauroh dari Indonesia dan Turki, terutama saat mereka bercengkerama dalam bahasa Arab serta bermain voli bersama.

Salah satu momen tak terlupakan terjadi ketika hujan deras tiba-tiba turun di tengah pegunungan, disertai hujan es kecil yang membasahi taman dan halaman villa, fenomena langka yang semakin menambah kekaguman peserta terhadap keindahan alam Thaif.

Kegiatan diakhiri dengan jamuan makan siang khas Arab berupa nasi hafsyah dengan potongan daging domba besar, serta sajian buah-buahan segar. Sebelum kembali ke Makkah, Syekh Hasan Bukhari memberikan berbagai souvenir seperti goody bag, pin, tasbih, dan selempang bertuliskan Ummul Quro sebagai kenang-kenangan.

Melalui program dauroh ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, namun juga kesempatan berharga untuk menapaktilasi jejak sejarah Rasulullah SAW dan mempererat ukhuwah antarbangsa. Alhamdulillah.