Delegasi Pondok Pesantren Darunnajah bertemu Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Bapak Zulkifli Hasan, pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta.
Pertemuan ini membahas kiprah pesantren dalam memperkuat kedaulatan pangan bangsa, sekaligus menegaskan komitmen Darunnajah untuk berkontribusi melalui pemanfaatan lahan wakaf produktif dan pemberdayaan santri.
Delegasi Darunnajah dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., didampingi K.H. Hardiyanto Arief, S.H., M.B.S. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Ridha Makky, M.Pd.I. selaku Anggota Dewan Nadzir Darunnajah, dan K.H. Busthomi Ibrahim selaku Ketua Yayasan Darunnajah.
Tiga isu utama dibahas: optimalisasi lahan wakaf produktif, dukungan pesantren terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pengembangan ekonomi sirkular berbasis pesantren.
Wakaf Produktif Jadi Lumbung Pangan
Dr. K.H. Sofwan Manaf, M. Si., memaparkan potensi besar lahan wakaf yang selama ini belum dioptimalkan untuk dikembangkan menjadi area pertanian padi, hortikultura, dan budidaya ikan. Diusulkan pula model kawasan agribisnis pesantren terintegrasi yang menggabungkan produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil panen.
Menko Zulkifli Hasan menyambut positif dan menyatakan pemerintah siap mendukung melalui pendampingan teknis, akses pembiayaan, dan infrastruktur pertanian.
Pesantren Darunnajah menyatakan kesiapan tidak hanya sebagai penerima manfaat MBG, tetapi juga sebagai produsen bahan pangan — mengintegrasikan hasil kebun dan tambak pesantren langsung ke meja makan santri. Model ini dinilai menekan biaya operasional sekaligus menjamin kualitas gizi yang berkelanjutan.
Menko Zulkifli Hasan menekankan dua modal utama pesantren bagi pembangunan ketahanan pangan: kepercayaan masyarakat dan kedisiplinan SDM. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan mengoordinasikan kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Dengan semangat fastabiqul khairat, Darunnajah menegaskan komitmen mencetak generasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kedaulatan pangan bangsa.
