Bertepatan dengan liburan semester gasal kemaren, selama 3 hari seluruh santri ‘belajar bermasyarakat’ dalam wahana Safari Da’wah. Dari tanggal 28-30 Desember 2010 sebanyak 51 kelompok ; 17 kelompok santri putra asrama, 16 kelompok santri putri asrama, 9 kelompok  santri putra non asrama dan 17 kelompok santri putri non asrama belajar mentransfer pendidikan dan pengajaran serta pengalaman kebaikan yang mereka dapatkan di pesantren kepada masyarakat Jadebotabek dan Banten.

Rangkaian kegiatan Safari Da’wah diawali dengan penjelasan maksud dan tujuan oleh kepala Biro Da’wah dan Humas., Ust. Katena Putu Gandhi, S.Pd.I di masjid jami’ dalam agenda pengarahan umum / taujihat pasca berakhirnya ujian lisan dan tulis semester gasal tahun pelajaran 2010-2011. “ Ingat dengan baik, prinsip kita dalam bermasyarakat adalah berguru kepada yang lebih tua/dewasa, bergaul dengan kawan sebaya dan menjadi guru serta suri tauladan kepada yang lebih muda!” ungkap alumni TMI Darunnajah Cipining tahun 1995 asal Jawa Timur tersebut.

Kegiatan berikutnya adalah pembentukan kelompok yang idealnya terdiri dari 10-12 orang, dan pada tahun ini kelompok Safari Da’wah dibentuk berdasarkan kamar. Hal ini sekaligus memudahkan para asatidz yang langsung ikut terlibat membimbing peserta safari Da’wah yang notabene adalah anggota kamar mereka. Pada tahun-tahun sebelumnya kelompok Safari Da’wah terdiri dari seluruh santri kelas 1,2,3, Intensif, 4 dan 5 TMI dengan dipimpin oleh salah-satu santri oleh kelas 5 tanpa didampingi langsung oleh dewan guru. Maka, sebagai langkah kongkrit dari evaluasi dan apresiasi dari kritik positif konstruktif wali santri pada Safari Da’wah kali ini disertakan asatidz pembimbing agar dapat berjalan lebih maksimal.

Setelah terbentuk kelompok, mereka segera bermusyawarah untuk menentukan tujuan lokasi, ahlu bait, transportasi, akomodasi dan petugas-petugas muadzin, kultum, piket, bersilaturrahmi dan lain sebagainya. Mereka juga mendapatkan pembekalan materi-materi terkait Safari Da’wah seperti; petunjuk teknis, mudzakarah adab-adab harian, tehnik penulisan laporan dan juga dilengkapi dengan latihan operasional bersilaturrahmi kepada beberapa guru senior di kampus 1,2,3 di lingkungan pesantren Darunnajah Cipining.

Untuk memaksimalkan persiapan dan pembekalan Safari Da’wah maka beberapa staf Biro Da’wah dan Humas mendapatkan amanat menjadi penanggung jawab kegiatan favorit santri ini. Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom,S.H.I dan Ust. Nurrahim Zaenuri Al Hafidz sebagai penanggungjawab kelompok santri putra asrama, Ust. Muhrizal Sutarmo dan Ust. Saeful Bahri bertanggungjawab terhadap santri putra non asrama, Usth. Ella Hulasho, S.Sos dan Usth. Enok Putriana, S.Pd sebagai coordinator santri putri asrama dan santri putri non asrama dikomandoi langsung oleh Usth. Anah Nurhasanah dan Usth. Ruqayah.

Selasa pagi, 28 Desember 2010 seluruh santri dengan berseragam Pramuka lengkap dan asatidz pembimbing  yang berseragam baju muslim hitam putih telah siap mengikuti apel pemberangkatan yang langsung disampaikan oleh pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Lebih dari 25 menit beliau menyampaikan makna filosofi, dasar fikiran, arti penting dan tata-cara berda’wah di masyarakat. Nasehat dan arahan pimpinan pesantren secara khusus kepada para amir, amirah dan dewan guru pembimbing dilakukan secara terpisah di ruang musyawarah mingguan bersamaan dengan penanda-tanganan surat-surat yang akan diberikan kepada ahlu bait, kepala desa, ketua rw/rt, ketua dkm, kepala TPQ/Madrasah Dininyah.

Sekembalinya para santri ke pesantren pasca liburan pada tanggal 2 Januari 2011, mereka secara kelompok diberikan  kesempatan untuk menyampaikan laporan lisan kepada seluruh santri dan asatidz yang dilakukan setelah sholat fardhu di masjid jami’ dan masjid putri. Point-point yang harus mereka sampaikan meliputi; agenda kegiatan harian, tokoh-tokoh yang dikunjungi, nasehat-nasehat yang mereka dapatkan, kawan-kawan baru dari kelas 3 SD/MI-9 SMP/MTs yang ikut dalam kegiatan Safari Da’wah, tangggapan dan dukungan dari masyarakat, kendala dan hambatan yang didapatkan serta kritik dan saran untuk Safari Da’wah yang akan datang. (WARDAN/Mr.MIM)