Sebanyak 312 santri kelas akhir Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengikuti program Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) pada 17-26 Februari 2025. Program ini menempatkan 141 santri putra di enam desa Kecamatan Parung Panjang.
Program yang diselenggarakan Departemen Hubungan Masyarakat dan Dakwah ini bertujuan mencetak generasi IMAMA: Imam, Muballigh, Alim, Muttaqin, dan Amil. Para santri mempraktikkan ilmu yang dipelajari selama enam tahun kepada masyarakat secara langsung.
“Program ini dirancang untuk mencetak generasi yang mampu membersamai masyarakat dalam bidang pendidikan dan dakwah,” jelas Ust. Husnul Mubarok, M.Pd, Direktur Humas dan Dakwah pesantren. Persiapan dimulai sejak Desember 2024 melalui pemadatan materi hingga Mei.
Pembekalan intensif berlangsung 12-15 Februari 2025 dengan materi komprehensif. Para santri dibekali keterampilan praktis meliputi Baca Tulis Al-Qur’an oleh Ust. Fathul Mu’min, M.M.Pd, strategi pengajaran SD/MI oleh Ust. Anjaludin, M.Ag, retorika ceramah dan imamah oleh Ust. Husnul Mubarok, M.Pd,
Serta cara menyikapi perbedaan pandangan keagamaan oleh Ust. Ahmad Rosichien, M.Pd.
Bimbingan khusus mencakup imamah, khithobah, dan mudzakarah adab-adab yang berlangsung 14 Januari hingga 15 Februari. Santri juga mendapat materi teknis pelaporan dan latihan operasional sebagai simulasi sebelum terjun ke masyarakat.
“Kesuksesan program ini selain diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, juga dari seberapa kuat anak-anak masyarakat terinspirasi ingin mesantren, inilah dakwah berkesinambungan,” tegas Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, M.Pd dalam materi Kiat-Kiat Sukses Program PDPM.
Respon masyarakat sangat positif. “Kami terkesan dengan kedewasaan para santri dalam menyampaikan ajaran agama dengan cara yang mudah dipahami semua kalangan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat. Program ini mempersiapkan santri menjadi agen perubahan dengan bekal keilmuan dan pengalaman lapangan teruji.
