Darunnajah Sambut 10 Guru dari Austria dalam Program Friendship Force International

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menerima kunjungan 10 guru dari Austria dalam program Friendship Force International pada Jumat (9/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kehidupan pesantren, sistem pendidikan pesantren, nilai-nilai kehidupan santri, integrasi ilmu agama dan pengetahuan umum, serta mempererat persahabatan, pertukaran wawasan dan pendidikan lintas budaya.

Darunnajah Sambut 10 Guru dari Austria dalam Program Friendship Force International

Rombongan tamu disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., didampingi Direktur Pengasuhan Santri Darunnajah, Ust. Imam Khairul Anas, Lc., M.Hum., serta Direktur Hubungan Masyarakat Darunnajah, Ust. Fady Zulham Shah, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, K.H. Hadiyanto Arief menjelaskan nilai-nilai kehidupan pondok, termasuk pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan pembentukan kepribadian santri.

Penjelasan ini memberikan gambaran kepada para tamu mengenai kehidupan sehari-hari di pesantren serta proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pembentukan akhlak dan tanggung jawab. K.H. Hadiyanto Arief juga menjelaskan prinsip pendidikan Darunnajah yang memadukan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum.

“Bukan hanya agama, santri juga belajar sains. Kami tidak memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Kami percaya bahwa setiap pengetahuan datang dari Tuhan,” jelas K.H. Hadiyanto Arief dalam dialog bersama para tamu.

Rombongan kemudian berdiskusi bersama K.H. Hadiyanto Arief mengenai berbagai kegiatan pesantren. Pertukaran pandangan ini menjadi ruang untuk saling mengenal sistem pendidikan, aktivitas santri, serta nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren.

Kiai Hadiyanto menerangkan bahwa santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga berbagai bidang pengetahuan, seperti sains, biologi, sejarah, dan ilmu sosial. Menurutnya, seluruh bidang keilmuan tersebut merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang saling melengkapi.

Setiap santri memiliki kesempatan untuk memilih bidang spesialisasi sesuai minat dan kecenderungan masing-masing. Dengan demikian, pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan pemahaman keislaman, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi akademik di berbagai bidang.

Darunnajah Sambut 10 Guru dari Austria dalam Program Friendship Force International

Selanjutnya, para tamu berkeliling lingkungan Darunnajah untuk melihat secara langsung aktivitas para santri. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyapa santri yang sedang mengikuti latihan latihan ekstrakurikuler dan melihat secara langsung kegiatan pengembangan minat serta bakat santri di luar pembelajaran kelas.

Rombongan juga mengunjungi sejumlah unit usaha Darunnajah untuk mengenal kegiatan kewirausahaan yang dikembangkan di lingkungan pesantren. Kunjungan ini memperlihatkan sisi lain kehidupan Darunnajah dalam membekali santri dengan pengalaman dan wawasan yang berkaitan dengan kemandirian serta pengembangan usaha.

Darunnajah Sambut 10 Guru dari Austria dalam Program Friendship Force International

Program Friendship Force International sendiri mengusung misi membangun persatuan global melalui hubungan antarmanusia dan pertukaran budaya. Melalui pertemuan lintas negara, organisasi ini mendorong masyarakat untuk saling memahami melalui pengalaman dan interaksi langsung.

Melalui kunjungan ini, Darunnajah berharap hubungan persahabatan internasional dapat terus terjalin serta membuka ruang pertukaran wawasan mengenai pendidikan dan budaya. Kehadiran para guru dari Austria juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan. (Ara)