JAKARTA/dn.com – Muktamar jamiah Islamiyah dimulai tgl 7 Juni 2014 -10 Juni 2014. Peserta dari berbagai negara yakni : Turki, Yordania, Tunisia, Sudan, Mesir, Insonesia, Chad, Maroko, Belanda, Palestina.
Dari Indonesia peserta yang hadir yaitu : Darunnajah (3 orang), ISID Gontor (2 orang), UIN Jogja (1 orang), UIN Malang (2 orang), Univ Muhammadiyah Yogyakarta (2 orang).
Peserta muktamar ditempatkan di hotel Holcine yg berjarak 4 km dari jamiah Amir Abdul Qodir-tempat muktamar. Transportasi berupa mini bus disediakan untuk antar-jemput peserta.
Pembukaan muktamar dilaksanakan siang hari. Jam 11.00 Wib peserta berangkat dari hotel. Begitu sampai di jamiah, langsung diajak berkeliling perpustakaan. Perpustakaan memiliki puluhan ribu judul buku yang jika dijajar akan memiliki panjang berkilo meter. Juga memiliki buku2 kuno yg ditempatkan dlm ruang tersendiri yg dinamakan maktabah syuyuh.
Sesudah itu peserta dijamu mkn siang. Hidangan pertama berupa salad berikutnya nasi dan kambing. Sesudah itu sholat dhuhur dilanjutkan dg sidang terbatas dewan pengurus.
Muktamar dibuka dengan pembacaan ayat Al Quran, sambutan dari ketua rabitoh alam Islami-syekh Turki, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua rabitoh jamiah Islamiyah-Ja’far Abdus Salam.
Muktamar membahas makalah dan masukan dari peserta. Misalnya : peserta dari univ Al Quds mengusulkan agar Al-Quds menjadi bahasan dlm kitab yg diajarkan di Universitas Islam, krn generasi muda muslim telah melupakan Al Quds.