Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia

Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia

Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia
Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia

Jakarta – Pesantren dan Universitas Darunnajah menjadi tuan rumah Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia dengan tema “Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa” yang berlangsung 31 Juli hingga 3 Agustus 2025. Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta, termasuk anggota BEM Pesantren, mahasiswa, dan delegasi pesantren seluruh Indonesia. Acara dibuka pada 1 Agustus 2025 dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Abdul Muhaimin Iskandar, dan Komisaris Independen Bank BRI, Lukmanul Khakim.

“Kami menyambut dengan baik penyelenggaraan Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia di Universitas Darunnajah ini. Semoga dengan agenda ini menjadi momentum baik untuk revitalisasi peran santri dalam pembangunan bangsa,” kata Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much Hasan Darojat dalam sambutannya.

Dr. Much. Hasan Darojat menegaskan bahwa niat dibangunnya Darunnajah adalah untuk khidmah mengabdi kepada masyarakat, salah satunya mendidik kader-kader pemimpin umat. Menurutnya, kegiatan ini juga menguatkan eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia yang sudah berdiri dan ikut berjuang dalam memerdekakan bangsa.

“Darunnajah bisa menjadi teladan dan contoh pesantren transformatif yang memiliki kemampuan memodernisasi diri, tetapi tetap kuat dengan akar budaya tradisinya, dengan semangat mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Menteri Koordinator PMK.

Menteri yang akrab disapa Cak Imin ini menekankan pentingnya peran pesantren dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, kondisi dunia yang diwarnai peperangan dan persaingan dagang tidak adil menuntut pesantren menjadi kekuatan yang terus berkembang dan siap bersaing.

“Di tangan kalian adalah masa depan umat. Di tangan kalian adalah masa depan sebagian besar masyarakat yang menjadi lingkungan kita. Saatnya kita menjadikan posisi BEM Pesantren sebagai tumpuan dan harapan,” tegas Gus Muhaimin.

Presedium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren se-Indonesia, Muhammmad Naqib Abdullah, S.E., mengaku bangga dengan antusiasme tinggi peserta dari seluruh Indonesia. Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta memperkaya perspektif dalam merumuskan strategi pembangunan berbasis nilai-nilai pesantren.

“Batas-batas geografis tidak menghalangi semangat para santri untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kami berharap muktamar ini menjadi titik balik kebangkitan peran strategis santri,” tuturnya.

Universitas Darunnajah, universitas berbasis pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1942, telah berkembang pesat dalam dunia pendidikan nasional. Saat ini, Darunnajah mengelola lebih dari 12.000 santri yang tersebar di 23 cabang di seluruh Indonesia, dengan lahan wakaf seluas 1.102 hektar.

Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia dengan Universitas Darunnajah sebagai tuan rumah diharapkan menjadi momentum kebangkitan peran santri dalam pembangunan bangsa menuju peradaban yang bermartabat.

Pendaftaran Santri Baru