Kamis (9/4/09), seusai Sholat Isya dan membaca surat Yasin bersama di masjid, segenap staf Bagian Kesenian berpakaian rapi keluar dari kamar diikuti beberapa santri dengan pakaian ‘aneh’nya. Beberapa saat kemudian, mereka berkumpul di lapangan basket untuk merencanakan misi rahasia bin ajaib dalam episode penyerbuan.
Pembagian tugas pun dimulai sesuai dengan keahlian masing-masing. Misi kemudian dimulai. Semua bergerak sesuai tugas dan perannya masing-masing. Terkendali.
Beberapa santri pergi ke asrama unit 2, ada pula yang pergi ke rayon Tahfizh ,sisanya meluncur ke ruang Guest House (penerimaan tamu) untuk mencapai target masing-masing. Dengan cara menyamar menjadi orang tua , menjadi kyai, menjadi orang ‘culun’, dan menjadi gembel.
Beberapa menit kemudian mereka beraksi, terdengar suara gaduh di rayon 2, rayon Tahfizh dan ruang tamu. MISI BERHASIL !!! di rayon 2 TV dimatikan, di Tahfizh lampu dimatikan, dan di bapenta orang-orang bernyanyi.
Orang-orang bertanya, “Ada apa ini?” lalu serangan balik dilakukan oleh para pejuang yang telah diserang tetapi belum gugur. Tali dan sandal dikeluarkan dan dilemparkan ke udara. Beberapa orang terkena para misi –on-a-rise tersebut ,tapi kemudian sebagian lainnya berhasil selamat.
Setelah itu para tahanan pejuang dibebaskan para misi-on-a-rise dengan damai. Lalu mereka meminta maaf sembari memperkenalkan diri. Satu persatu dari mereka menampilkan kebolehannya bermain peran.
Ternyata ini adalah ujian mental untuk para kader-kader seniman dalam kursus Teater Islam Santri Militan (Trisam). Setelah itu mereka melakukan cooling down dengan membuat acara santai. Acara terakhir adalah pengumuman oleh ketua bagian kesenian, Fahmi Amrillah, untuk misi-on-a-rise terbaik yang pada kali ini diraih oleh Dzaky Syifaurrahman, santri kelas VIII MTs asal Bogor.
Santri bukan saja terkenal dengan selalu membawa kitab-kitab kuning,tapi juga dalam hal akting. Inilah salah satu misi Trisam Darunnajah yang telah dibentuk sejak berdirinya pesantren Darunnajah ini. Jadi, Teruslah berprestasi !!!!!
