Tidak bisa dipungkiri Bahasa Inggris yang merupakan sarana komunikasi lintas negara diperlukan di berbagai bidang, baik secara aktif maupun pasif, sehingga menguasainya merupakan syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi di era globalisasi ini. Karena salah satu alas an tadilah, 57 santri putra dan putri Darunnajah Cipining Bogor beserta 2 pembimbing, rela menempuh perjalanan yang jauh, kurang lebih hingga 31 jam rombongan di dalam bis berkapasitas 59 seat itu. Padahal seharusnya perjalanan tidak selama itu normalnya, keterlambatan hingga mencapai 12 jam tersebut disebabkan oleh jalanan yang macet, baik dari Bogor hingga kota Nganjuk Jawa Timur.
Sudah dari jauh-jauh hari koordinator DELC (Darunnajah English Learning Camp) menjatuhkan pilihan pada lembaga “Mahesa Institute”. Tentunya dipilih dengan pertimbangan panjang dan matang lembaga kursus tersebut kapabel bagi Pesantren Darunnajah Cipining, setelah sebelumnya belajar banyak dari pengalaman-pengalaman selama 2 tahun lalu mengenai lembaga kursus lain. Selama 2 tahun juga koorlap/pembimbing aktif mengumpulkan informasi dan survey banyak lembaga, mempelajari berbagai sisi positif dan negatifnya.
Berdasar dari hal tersebut, setidaknya ada beberapa point plus dari Mahesa Institute yang terangkum, berikut pemaparannya :
- Mahesa Institute memadukan antara pengetahuan Bahasa dan CCU (Cross Cultural Understanding)
- Program yang ditawarkan terarah dan berjenjang serta lingkungan didesain khusus bagi pendidikan sehingga terasa kondusif.
- Dilengkapi dengan laboratorium bahasa, audio visual, library, praying room.
- Setiap peserta kursus akan mendapat handbook, mahesa book, course kit (bag, blocknote, bolpoint
- Ada puluhan lembaga kursus, namun bukan berarti semua sudah terakreditasi di BAN Pendidikan Non Formal loh, hanya ada sekitar 3-4 lembaga kursus di sini yang sudah memegang akreditasi dari BAN. Beruntung sekali, Mahesa Institute sudah terakreditasi B
- Proram selesai diberikan sertifikat dan foto kenangan bersama
- Dan yang juga penting adalah Mahesa Institute waktu singkat, materi padat, biaya memikat.
- Free hot spot area
- Tutor yang handal dan berpengalaman
- Jadwal masuk kelas yang padat ditambah kegiatan camp sehari 2x
- Lembaga ini tidak pernah sepi dari peminat, terkenal dan recommended oleh banyak orang.
Tanpa melebih lebihkan, setidaknya ada tanggapan yang diberikan Himmaty ‘Alimatun Nafi’ah, santri kelas XII MA, berikut petikannya ketika ditanya perasaanya setelah 2 hari belajar bahasa di Mahesa Institute “di Mahesa asyik…, soalnya kita diajarkan untuk berani dan pede dalam berbicara bahasa inggris, mau salah mau bener, ga malu untuk belajar dari dasar lagi, kelas yang kondisional, guru-guru yang friendly dan tidak memandang usia dalam learning..ga nyesel deh ke Mahesa!”. (WARDAN/Elana TodoMore).