Pesantren Darunnajah 2 Cipining mempertemukan ratusan wali santri kelas tiga Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI) dalam acara silaturahmi, Ahad (1/2). Pertemuan di Aula Kampus 1 Putri itu berlangsung pukul 07.00 sampai 10.00 WIB. Satu pesan mengemuka sepanjang acara: tuntaskan pendidikan enam tahun.
Sebanyak 278 wali santri kelas tiga dari tiga lembaga, yakni Madrasah Tsanawiyah, SMP, dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), masuk dalam undangan. Acara tatap muka ini baru kembali digelar setelah sekitar tujuh tahun. Pandemi sebelumnya membuat silaturahmi tahunan tersebut berlangsung secara daring.
Wakil Pengasuh, Ustaz Nasikun Sugik, S.E., M.M., mengingatkan bahwa didikan pesantren menyentuh seluruh sisi keseharian santri, bukan sebatas angka rapor. “Kita ini lembaga pendidikan, bukan lembaga pengajaran. Mendidik itu dari ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.
Pesan itu menjawab keresahan yang berulang setiap kelas tiga usai. Sebagian wali memindahkan anaknya karena menduga ada uang pangkal besar untuk lanjut ke jenjang berikutnya. Pihak pesantren memastikan santri yang naik ke kelas empat tidak dikenai uang pangkal, hanya daftar ulang dan biaya semester.
Kepala Madrasah Aliyah, Ustaz Fariz Khairul Fajri, Lc, M.Si., mengibaratkan tiga tahun pertama sebagai masa penguatan akar. Buahnya baru matang di kelas empat hingga enam. “Pesantren tidak hadir untuk membatasi pilihan. Kami ingin berbagi sudut pandang soal nilai yang hanya didapat bila perjalanan TMI dituntaskan,” katanya.

Capaian alumni menjadi salah satu rujukan. Pada tahun akademik 2024-2025, sebanyak 102 lulusan diterima di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, tertinggi sepanjang sejarah pesantren. Sebanyak 67 menembus perguruan tinggi negeri, sedangkan 35 lainnya melanjutkan ke luar negeri, terbanyak ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Mulai kelas empat, santri memilih satu dari tiga lembaga lanjutan sesuai minat:
- Madrasah Aliyah, peminatan ilmu pengetahuan sosial
- Satuan Pendidikan Muadalah, peminatan ilmu pengetahuan alam
- Sekolah Menengah Kejuruan, jurusan teknik komputer dan jaringan serta multimedia
Seluruh ijazah ketiga lembaga berstatus legal dengan akreditasi unggul, sehingga lulusannya berhak mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri maupun studi ke luar negeri. Menutup pertemuan, pesantren mengajak para wali memutuskan kelanjutan pendidikan anak lewat musyawarah di rumah, bukan paksaan. Para orang tua diminta beristikharah dan berbincang langsung dengan putra-putrinya sebelum menentukan langkah.