Unggun gembira adalah malam keakraban di tengah kegiatan perkemahan yang ditandai dengan penyalaan api unggun, diiringi penampilan seni, yel-yel, permainan, dan hiburan lainnya.
Alhamdulillah Langit malam mendukung dengan bertaburnya bintang-bintang, angin berhembus pelan membawa aroma tanah basah selepas senja. Di tengah lapangan besar—pusat bumi perkemahan Khutbatul ‘Arsy 2025—sebuah barisan angkare santri, menghadap tumpukan kayu rapi yang siap disulut menjadi saksi kebersamaan.

Seruan suara MC mulai mengema tanda acara dimulai. Seluruh petugas api unggun mulai melakukan ritual penyalaan obornya. Api mulai menjilat-jilat kayu, menjulang tinggi dan memancarkan cahaya keemasan yang menghangatkan wajah semua yang hadir. Pembina upacara api unggun turut menyampaikan sambutannya, membawa semangat yang membara seperti nyalanya api unggun.

Pentas Seni di Bawah Cahaya Api
Regu-regu santri bergantian tampil membawakan penampilan terbaik mereka. Ada yang menampilkan dance/tari, drama komedi dan pantomim yang membuat lapangan pecah oleh tawa, hingga pembacaan puisi yang menyentuh hati. Kreativitas para santri terasa luar biasa, membuat malam itu bukan sekadar hiburan, tapi juga pesta bakat yang memukau.

Api, Tawa, dan Kenangan
Semakin larut, api unggun menyala lebih hangat, mengiringi tawa, sorakan, dan tepuk tangan yang tak henti. Semua rasa lelah setelah seharian berkemah seolah lenyap, terganti oleh kegembiraan dan rasa persaudaraan yang semakin erat.

Malam unggun gembira ini bukan sekadar penutup hari kedua Perkhutsy, tetapi momen emas yang akan selalu dikenang oleh setiap santri. Di bawah cahaya api yang berkobar, mereka belajar bahwa persaudaraan, semangat, dan kebersamaan adalah nyala sejati yang akan terus menerangi langkah mereka di masa depan.
