WhatsApp Image 2025 11 20 At 19.19.10 WhatsApp Image 2025 11 20 At 19.19.10

“Cahaya Ilmu di Panggung Gembira: Ketika Glorious Generation Menyulut Api Perubahan”

Pada Sabtu, 1 November 2025, aula megah Kampus 1 Darunnajah 2 Cipining menjelma menjadi lautan cahaya dan energi. Panggung Gembira Glorious Generation bukan sekadar pentas seni tahunan, melainkan panggung spiritualitas, ekspresi, dan rasa syukur. Dengan mengusung tema “Edenrise” — yang bermakna Taman Surga — para santri kelas akhir TMI menampilkan karya sinematik spektakuler yang memadukan dakwah, estetika, dan pesan moral dalam satu tarikan napas.

Di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton, tersimpan niat suci: menanamkan nilai-nilai Islam melalui medium seni. Panggung ini menjadi ruang bagi santri untuk menyalurkan gagasan, menafsirkan makna keimanan, serta menghidupkan kembali peran seni sebagai jembatan dakwah yang lembut dan menyentuh hati. Lebih dari 978 santri—dari kelas satu hingga kelas enam—turut berpartisipasi, menunjukkan semangat kolektif yang luar biasa dalam melahirkan karya monumental.

Tak hanya soal hiburan, Panggung Gembira Glorious Generation adalah laboratorium kehidupan. Para santri belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja tim. Dari panggung hingga balik layar, setiap individu punya peran penting, membangun harmoni yang sejalan dengan nilai-nilai pesantren.

Dalam sambutannya, jajaran pimpinan pesantren menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antar-satri, terutama bagi kelas akhir yang menjadi motor penggerak kegiatan. Ustaz Nasikun Sugik, S.E., M.M., yang turut hadir sebagai narasumber, menyoroti bahwa tantangan terbesar bukanlah teknis panggung, melainkan menjaga kekompakan dan keikhlasan dalam bekerja.

Acara ini turut dihadiri oleh para guru, alumni, dan wali santri yang memenuhi aula dengan antusiasme. Dukungan mereka menjadi bukti kuat bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah yang menumbuhkan generasi dengan karakter dan visi.

Beberapa penampilan yang ditampilkan pada acara ini adalah sebagai berikut:

  1. The Special Show (Grand Opening of Panggung Gembira 633)
  2. Al-MADA (Marawis Darunnajah)
  3. Musthafa Al-Akhyar
  4. The Story of Glory
  5. Pulse of the Wild (Percussion Performance)
  6. Silent Story (Pantomim)
  7. Lighter (The Last Dance)
  8. D’Nova (Darunnajah Nasyid Vocal Assembly)
  9. Glorious Band
  10. Glorious Force

Dengan konsep visualisasi yang memukau dan unsur sinematik yang kuat, pertunjukan tahun ini berhasil mencuri perhatian. Bukan hanya bagi penonton di aula, tapi juga bagi siapa pun yang menyaksikan tayangan ulangnya. Setiap adegan menyimpan pesan moral: tentang perjuangan, pengorbanan, dan cinta kepada ilmu.

Di akhir acara, seluruh cahaya panggung meredup perlahan, menyisakan gema takbir dan tepuk tangan panjang. Sebuah simbol bahwa Panggung Gembira bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang Glorious Generation untuk menerangi dunia dengan ilmu dan akhlak.

Pentas ini telah menegaskan satu hal: bahwa seni dan dakwah tak perlu berjalan sendiri-sendiri. Ketika berpadu dalam niat yang ikhlas, keduanya bisa menjadi cahaya perubahan yang memancar jauh ke luar tembok pesantren.