Adapun daurah diadakan di kelas, diajar oleh orang Arab ashli, daurah biasanya diikuti oleh 7 orang. 5 orang dari Indonesia, 1 dari Turkey, dan 1 lagi dari Amerika, tapi kadang ada juga yang ikut belajar, seperti orang Italia. Di sini juga kami bertemu beberapa orang Jepang, Rusia, dll. Dalam kelas kami diajar nahwu, seperti huruf-huruf jazm, nasab, atau jama’, mu’rab, mabni, dll. Alhamdulillah kami bisa mengikuti dengan baik, karena apa yang diajarkan sama dengan yang pernah kita pelajari di pesantren, hanya yang membedakan adalah tempat dan ustadznya yang Arab ashli yang mengajar kami ada dua orang ustadz dan satu ustadzah.
Sedikit berbicara tentang orang Aleppo. (untuk masalah fisik tidak perlu dijelaskan lg.. mumtaz). Orang Aleppo khususnya mahasiswa atau mahasiswi Aleppo University atau Jami’ah Halab mempunyai selera fashion yang tinggi, hampir semua yang kita jumpai mengenakan style ok, sampai yang memakai cadar pun begitu. (atau emang kita yang ketinggalan gaya… ya..), di Jami’ah Halab ini orangnya variatif, ada yang tidak memakai jilbab, ada yang berjilbab dengan jin yang ketat dan sepatu tinggi, ada yang brjilbab dan berbaju longgar, ada juga yang mengenakan cadar, bahkan ada yang sampai matanya tertutup. (tapi semuanya dgn style tinggi).
Orang sini jika melihat kita (orang Indonesia) sedang jalan mungkin seperti orang Indonesia melihat bule. Karena bagi mereka kita ini orang asing, ghuraba’, unik (udah kecil, hidungnya pun kecil.. hehe..)
Hari-hari pertama kami di sini, kami hampir tidak dengar suara azan.. kami pun bingung tentang waktu shalat.. memang jika melihat sekeliling banyak ditemukan menara, tapi untuk suara azan jarang terdengar. (mungkin karena Aleppo dekat Turkey yg dikenal negara sekuler). tapi sesekali kami dapat mendengar azan.
Kami pernah juga coba jalan2 di pusat kota.. kami sempatkan mampir di masjid untuk shalat maghrib, untuk shalat, secara umum sama dengan kebanyakan masjid di Indonesia, seperti azan dan iqamah dengan mic, membaca al-Fatihan dan surah yang diawali bismillah, dll.. di masjid kami bertemu orang2 Aleppo yang baik, mereka antusias melihat orang asing ikut shalat di masjid yang konon sudah bediri ratusan tahun lalu.. mereka ramah dan sangat menghormati orang yang mereka anggap tamu, salah seorang dari mereka mengenalkan kita dengan imam masjid, muazin, menunjukkan tempat2 bersejarah disekiling masjid, bahkan mengajak kita ke tokonya… di pasar dekat masjid, ada juga orang yang meminta rupiah untuk dijadikan kenang-kenangan.
Untuk berbicara dengan mereka Alhamdulillah bisa nyambung, walau ada beberapa kalimat yang harus lebih dijelaskan. hanya saja supir taxi dan beberapa pedagang tidak fasih berbahasa Arab fusha. sehingga kami saling tidak faham, yang akhirnya bahasa isyarat pun berlaku…
Sekian kabar dari Aleppo….
16 Maret 2011
16.00 Waktu Aleppo/21.00 WIB
Laporan dari Aleppo, Syiria
oleh : Akhmad Muammar, S.H.I
