Cerita dari Inggris

{mosimage} Jakarta/d.com. Alhamdulillah perjalanan kami ke Inggris pada kegiatan schoollink berjalan cukup lancar, Pengalaman berkunjung ke HFCS di keighley UK, perjalanan ini merupakan perjalanan pertama saya ke luar negri, sehingga perasaan was was dicampur senang bercampur. tepat pada tanggal 13 Maret 2009 kami berdua Agus sugianto dan Dede Abdurahman berangkat ke UK dalam acara pertukaran Guru antara Holy Family School dan Darunnajah.

Kunjungan kali ini yang ke 4 kalinya sejak 2006, sehingga kami berdua telah banyak mendapatkan masukkan dari Guru guru yang sudah berangkat ke UK, tapi setelah tiba disana selalu ada yang kurang persiapan termasuk belajar makanan makanan ala eropa dan belajar bahasa inggris ala keighley, walaupun kami mudah mengesuaikan menu makanan disana tapi tetap bukan menu kebiasaan kami. 

Tapi itu tidak menyebabkan kami semangat dalam menjalankan tugas pondok ini, setiap hari kami djemput oleh Guru disana untuk berangkat ke Sekolah, waktu sangat kami perhatikan karena jemputan liz dan anna sangat selalu tepat. kadang kami setengah jam sudah siap dan menunggu di hotel sambil sarapan pagi. Hari pertama berkunjung kami diajak Ibu Eilleen berkeliling sekolah melihat lihat suasana dan kondisi sekolah HFCS sambil merekam seluruh aktivitas siswa pada hari pertama sekolah setelah libur weekend dengan hadycam yang kami bawa.

hari berikutnya tentunya hari kedua kami tinggal disana kami mulai mengajar, ust agus mengajar geografi saya Dede Abd mengajar bahasa Indonesia. mereka sangat senang dan sangat antusias, disela sela pembelajaran siswa disana suka bertanya dan rasa ingin tahu itu sangat banyak. Dede mengajarkan bahasa Indonesia melanjutkan materi yang telah disampaikan ust. ust mustofa tahun lalu yaitu materi numbers from 1 to 10, saya melanjutkan dari 10 to 30. karena mengajar bahasa Indonesia maka saya banyak berbicara bahasa saya, termasuk menyanyi didepan kelas, lucu di dn kami engga pernah saya lakukan, tapi sangat sullit juga kalau saya hanya persiapan conversation bahasa Inggris saya hanya 2 bulan. tapi syukur semuanya berjalan dengan baik. 

pada kegiatan visit kali ini kami banyak sekali membawa pengalaman baik yang baik dan yang buruk, yang baik tentunya kami mendapatkan cara mengajar guru bahasa jerman, mereka mengunakan waktu 45 menit dengan baik, disamping mereka mempunyai kemampuan ICT, mereka juga mahir menggunakan alat alat canggih seperti e-been. jadi persiapan mengajar mereka sangat lengkap, mulai dari pemeriksaan buku PR kemudian memberikan stempel bagi yang sudah mengerjakan PR. buku PR mereka khusus sehingga control dengan mudah dilakukan, pengalaman yang lain ketika guru bahasa jerman itu mengajar adalah guru itu sangat kreatif membuat counter menit yang difungsikan untuk mengitung anak mengerjakan latihan. jadi kemampuannya benar benar diuji apakah mereka cepat atau mereka berleha leha. pokok nya dan intinya itu tergantung kepada Guru nya, jika gurunya kreatif dan inovatif maka siswa juga akan menjadi aktif.

memang kami disana mengajar sangat sedikit bila dibandingkan kami mengajar di Darunnajah, disana kami hanya mengajar 5 kelas dana sisanya kami obeservasi, melihat cara mengajar mereka, termasuk pembelajaran ICT di HFCS. disana mereka belajar 45 menit, 15 menti teori dan sisa waktu nya digunakan untuk praktek, belajar ICT di lab, dan materi materi yang diajarkan sama seperti di Darunnajah. 

mungkin pengalaman dari ini akan dilanjut dikemudian hari, …..Syukron..