[Celoteh Santri] You’ll never walk alone (part 2)

[Celoteh Santri] You'll never walk alone (part 2)

 

"udah lah iz nga usah dibahas,mendingan sekarang kita belajar aja ye", lanjut fariz mengalihkan perhatian

"iye…iye..nga baik, ghibah….", papar faiz

"pokoknya, sebisanya dulu kita harus bisa ngerjain nich pelajaran", lanjut fariz

 

kemudian mereka berdua belajar dengan serius sebisanya. Walaupun keduanya tidak menguasai pelajaran Matematika, tetapi mereka berdua memiliki semangat untuk dapat menguasai pelajaran khususnya pelajaran yang belum dipahami. Pernah waktu itu keduanya datang malam-malam ke kamar ust. Jalal untuk menanyakan pelajaran fiqih yang belum mereka pahami. Bener-bener hebat perjuangan mereka………

 

***********

 

"KRINGGGGGG" bel tanda ujian hari pertama akan segera dimulai. Dengan sigap dan cermat faiz dan fariz merapihkan buku yang telah mereka baca sebelum masuk ke ruang ujian. Pengawas ujian telah siap di dalam kelas untuk membagi-bagikan soal ujian. Sebelumnya, faiz diminta untuk memimpin do'a agar ujiannya tenang dan dapat mengerjakan soal dengan baik dan benar. setelah selasai berdo'a, barulah pengawas ujian membagi-bagikan soal ujian kepada peserta ujian.

 

"iz, ane masih lupa nich.rumus Logaritma… susah banget", keluh fariz

"udahlah riz, kalo nga bisa kita tawakkal aja sama Allah", jawab faiz pasrah

"he….usaha dulu baru pasrah", lanjut fariz

 

dengan mantap faiz mengerjakan soal ujian yang ada dihadapannya. Iya merasa bahwa pada mata pelajaran kali ini akan mendapat hasil yang kurang memuaskan. Tetapi, iya terus berusaha agar iya dapat mengerjakan soal ujian dengan benar. Iya menarik nafas dalam-dalam agar perasaannya tenang. Iya memperhatikan suasana ruang ujian dan diperhatikannya satu persatu para peserta dalam ruangan tersebut.

Tidak disengaja, iya melihat tingkah laku aneh udi yang sebentar-sebentar menengok ke bawah kolong meja.

 

"eh, napa tuch si udi. kok aneh banget ya?", faiz berkata dalam hati

"jangan-jangan dia nyontek….???ah, udahlah nga usah su'udzan", lanjutnya

 

***********

 

faiz tidak memperdulikan tingkah laku aneh yang dilakukan oleh udi. Iya terus berkonsentrasi menghadapi soal ujian yang begitu rumit. Pengawas ujian terus menerus melihat keadaan para peserta ujian. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu MENCONTEK. Dengan cermat ust. Fajri selaku pengawas ruang 08 memperhatikan para peserta satu-persatu. Tiba-tiba ust.Fajri beranjak dari tempat duduknya dan dengan segera menghampiri udi.

 

"udi, kamu mencontek ya….ngaku", bentak ust.Fajri membuyarkan konsentrasi ujian

"e….eee….nga tadz, ane nga nyontek", jawab udi terbata-bata

"BOHONG….ini apa? kertas ini yang ada dibawah kolong meja kamu", lanjut ust Fajri

"bener tadz, itu bukan punya ane", jawab udi ketakutan

"sekarang kamu ikut ke panitia ujian", bentak ust Fajri

 

dengan segera ust Fajri membawa udi ke ruang panitia ujian untuk menjelaskan semuanya pada panitia ujian. Dengan perasaan heran, faiz melihat keadaan yang baru saja terjadi. Dalam hati faiz berkata, kenapa orang yang kelihatannya pintar melakukan tindakan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Iya teringat akan kejadian kemarin pagi. Seorang udi yang tidak mau diajak belajar bersama itu ketahuan MENCONTEK.

 

"riz, ente lihat kejadian tadi?" papar faiz

"iya iz, ane juga nga nyangka. Ane kira si udi itu anak yang baik, ternyata???" jawab fariz

"tapi kenapa ya kok dia kita ajak belajar bersama nga mau?", lanjut faiz

"kayaknya sih waktu ane deketin,dia mau buat contekan kali", papar fariz

"kita ambil hikmah aja dari kejadian tadi. Semua orang nga bisa hidup sendiri,kta sebagai manusia juga butuh bantuan dari orang lain. Coba kemarin si udi mau diajak belajar bareng, pasti dia nga perlu repot-repot membuat contekan. Karena, kata ustadz belajar bersama merupakan cara efektif untuik memahami pelajaran", jelas faiz

"iye sih iz, lain kali kalo ada apa-apa ane akan cari jalan keluar besama-sama agar kita nga salah ngelangkan", terang fariz

 

setelah peristiwa itu, udi mendapatkan hukuman dari panitia ujian dengan diberi nilai NOL pada mata pelajaran matematika. Belajar sendiri sih boleh-boleh saja, tetapi kalo punya ilmu harus bagi-bagi dong sama teman-teman supaya ilmunya bermanfaat. Kita emang nga bakal biasa hidup sendiri. Dukungan teman itu sangat berarti …. penyesalan emang datang belakangan, makannya sebelum menyesal berusahalah……….. you'll never walk alone.

 

 

 

 

 

DN.COM office

21 april 2008 pukul 21:52 wib

you'll never walk alone

(kamu tidak akan bisa berjalan sendiri)