Hutan Mangrove atau yang biasa kita sebut Hutan Bakau merupakan salah satu lahan basah yang tersisa di kota Jakarta. Tanaman Mangrove ada 5 jenis yaitu Avecinnea, Rhizophora, Soniareta, Bruguiera, dan Nipah.
Mangrove memiliki fungsi sebagai pelindung daratan dari serangan gelombang air laut dan badai yang menerjang daratan serta mencegah perembesan air laut ke daratan dan hutan mangrove adalah habitat dari hewan-hewan kecil seperti anak ikan bandeng (nener), saat masih kecil dia tinggal di sekitar hutan mangrove dan akan berenang ke laut jika sudah dewasa, begitupula dengan kepiting.
Saat ini Hutan Mangrove yang berada di sebelah utara kota Jakarta, tepatnya di daerah Pantai Indah Kapuk telah terkikis oleh abrasi, padahal keberadaan hutan tersebut sangat diperlukan. Berikut Pengalaman Pantai Indah Kapuk yang dijelaskan oleh Bapak Kosasih saat acara Jakarta Initiative To Fight Climate Change (30/05) yang dihadiri oleh anggota Green Hero Darunnajah.
Tahun 1980, belum terdapat tol dan hutan mangrove masih banyak
Tahun 1984, Mulai ada tol yang membelah laut Pantai Indah Kapuk
Tahun 1988, Pembangunan industri dan perumahan sedang berkembang
Tahun 1992, Tol sudah mulai beroperasi
Tahun 2003, Hutan Mangrove sudah mulai habis terkena abrasi
Tahun 2006, Hutan Mangrove telah habis sama sekali……..
Maka dari itu saat ini sedang dilakukan cara agar tanaman mangrove tersebut dapat tumbuh kembali, salah satunya adalah dengan menanam kembali mangrove tersebut. Itulah yang tadi dilakukan oleh para peserta Jakarta Initiative To Fight Climte Change. Dan usaha lainnya yaitu dengan system Polder.
Tahun 2006 luas kawasan Hutan Lindung Mangrove adalah 43 Ha, dengan adanya penanaman ini kita berharap agar kawasan tersebut bisa menjadi 63 Ha. Dan Bapak Kosasih sendiri beobsesi membangun sabuk mangrove di sepanjang tol sampai muara angke kemudian bekasi.
Semoga Hutan mangrove yang berada di utara kota Jakarta bisa tumbuh kembali dan bisa memberikan manfaatnya pada makhluk hidup yang berada di sekitarnya, Amin.