(Celoteh Santri) Setetes Embun Dikota Santri

Aktivitas di kota pekalongan berjalan seperti biasanya. Suasana pagi ini tidak jauh berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Lalu lalang para pedangang telah dimulai sejak pukul 4.00 pagi. Biasanya para pedagang memang selalu datang pagi-pagi sekali agar mempersiapkan dagangannya. Berbagai macam kebutuhan sahari-hari tersedia dipasar Banjarsari. Para ibu-ibu rumah tangga selalu bangun pagi-pagi untuk membeli segala macam kebutuhan di pasar tersebut.

 

"Firli….Firli…bangun…sudah pagi,"teriak ibu membangunkan Firli

"iya…iya…bu,Firli sudah bangun dari tadi,baru selasai sholat shubuh,ada apa bu?"

"ibu mau ke pasar dulu,kamu mau minta apa?",lanjut ibu

"Firli lagi pengen makan bubur ayam,tapi jangan pedas ya.. bu.",pinta Firli

"ya sudah…ibu berangkat dulu ya,jangan lupa mandi biar wangi.setelah itu jangan

  lupa beres-beres rumah"

"tenang aja dech bu….pokoknya beres dech sama Firli"

 

pagi itu Firli tidak masuk sekolah. Di kota pekalongan,libur sekolah jatuh pada hari Jum'at,bukan hari minggu. Itulah sebabnya mengapa pekalongan disebut sebagai kota santri. Selain seluruh kantor dan sekolah swasta libur pada hari jum'at,suasana islami pun terlihat dimana-mana apalagi kalau ada acara dalam memperingati hari besar agama islam. Selain mendapat sebutan "kota santri",kota pekalongan juga biasa disebut masyarakat Indonesia sebagai "kota Batik". Itu karena pekalongan merupakan kota penghasil batik terbesar di pulau jawa bahkan di Indonesia

 

 

**********

 

karena libur,Firli tidak punya aktivitas apapun kecuali olahraga dan membantu pekerjaan ibu membersihkan rumah. Kadang-kadang ayahnya, pak Abdullah bersama-sama dengannya membersihkan rumah, tapi pagi ini beliau mendapat undangan dari pak RT untuk membahas keamanan kampung. Jadi pagi ini,Ia dengan ibunya saja yang membersihkan rumah. Dengan langkah yang mantap Firli pun memulai tugasnya.

 

"sapu dimana ya?…..biasanya dibelakang pintu,kok nga ada?",gumamnya

"Firli…Firli…kamu sapu halaman depan ya…biar ibu yang bagian dalam",pinta ibu

"i…iya bu. Ibu sapu dimana ya?"Tanya Firli

"sapu halaman ada di gudang belakang…."

 

Dengan segera Firli pun menyapu seluruh halaman hingga bagian sudut-sudut yang jarang dijangkau oleh sapunya. Firli merupakan anak yang sopan dan baik. Kemarin saja,Ia mendapatkan predikat anak yang terrajin dan tersopan se-kampung. Sehingga Ia mendapatkan hadiah berupa uang saku dari warga  yang jumlahnya lumayan banyak,Rp.150.000. rencananya,setelah membantu pekerjaan ibu,ia akan pergi ke toko untuk membeli barang yang sangat Ia idam-idamkan. Ia ingin sekali membeli sepasang sepatu baru untuk dipakai menjelang tahun ajaran baru. Niatnya untuk membeli sepatu memang sudah lama sekali. Tapi,karena faktor ekonomi,Ia kembali mengurungkan niatnya. dan baru kali ini niatnya akan terwujud

 

**********

 

"bu sudah selasai…Firli mau pergi beli sepatu".pinta Firli

"ih….kamu lupa ya le…???makan dulu bubur ayamnya nanti dingin lho".lanjut ibu

"oh iya….hampir lupa. beres bu tenang aja pokoknya Firli makan"

"nak…kamu sudah mandi belum???"

"be…belum bu…nanti saja deh".

"kamu tidak boleh pergi sebelum kamu mandi….masa' anak ibu bau "kencur" sih".

  Perintah ibu

”iya bu….nanti Firli mandi….."

 

setelah menyantap sarapan paginya "bubur ayam nga pedes",Ia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang sedikit kotor setelah membersihkan halaman rumah.

 

"pakai baju yang mana ya….???"gumamnya dalam hati

"kayaknya yang hitam keren nih….".lanjutnya

 

setelah selesai bersiap-siap,ia berpamitan dengan kedua orang tuanya. Sebelum berangkat,ayahnya menawarkan untuk mengantarkannya,tetapi Ia menolak karena ia tidak mau merepotkan ayahnya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dengan berjalan kaki,Ia pun berangkat ke tempat tujuan. Ia lebih senang jalan kaki dari pada naik kendaraan. Menurutnya,jalan kaki itu sehat.

 

Suasana pagi itu memang agak sedikit mendung. Tidak lupa Ia membawa payung agar jika turun hujan dijalan tidak kehujanan. Dengan langkah mantap ia berjalan menuju toko sepatu. Ia harus melintasi jalan raya yang lumayan lebar agar sampai kesana. Sebagai pejalan kaki,ia harus berjalan di trotoar yang telah tersedia.

Tiba-tiba ada seseorang pengemis yang mendekatinya dan meraih kakinya. Firli pun panik dan mencoba melepaskan rangkulan tangan pengemis dari kakinya.

 

"nak….tolong nak..ibu dan 3 anak ibu belum makan tiga hari"

"maaf bu…tolong lepaskan…berdiri bu… ",pinta Firli halus

"tolonglah nak….ibu belum makan tiga hari",pinta pengemis tersebut sambil menangis

 

dalam hati,Firli berfikir. Akankah ia memberikan uangnya tersebut untuk ibu itu atau membeli sepatu yang ia idam-idamkan? Kebingunggan melanda hatinya,menolong sesama memang wajib hukumnya. Tetapi ia juga mempunyai kebutuhan yang ia butuhkan. Setelah berfikir panjang,dengan perasaan yang iba karena melihat keadaan ibu dan 3 anaknya yang terus menangis dan memprihatinkan, akhirnya Firli pun mengurungkan niatnya untuk membeli sepatu dan memberikan seluruh uangnya untuk ibu dan 3 anaknya.

 

 

 

 

"ibu….ini ada sedikit uang,mudah-mudahan dapat bermanfaat"

"Alhamdulillah…..terima kasih nak……mudah-mudahan Allah membalas perbuatanmu….."

 

**********

 

"Firli….kok mukamu pucat?mana sepatunya kok nga jadi beli".tanya ibu

"tadi dijalan ada peristiwa kecil yang menimpa Firli bu…"

"kenapa….sini nak ceritakan apa yang terjadi?"

 

Firli pun menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya. Tidak ada satu bagian pun yang terlewatkan. Setelah ibu mendengarkan semua cerita Firli,ibu pun memeluk Firli dan mengusap kepalanya sambil berkata

 

"rezeki itu ditangan Allah nak…kamu harus ikhlas,insya Allah ada gantinya"

"iya bu….firli sudah mengikhlaskan semuanya,membantu orang itu lebih penting karena islam mengajarkan demikian".

"sudahlah nak….sana siap-siap berangkat sholat jum'at nanti ayah nunggu"

 

peristiwa tersebut tidak bisa ia lupakan. Niatnya untuk membeli sepatu harus ia tunda karena kasihan melihat keadaan yang terjadi pada pengemis tersebut. Dalam hati ia berfikir mengapa masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita semua. Mengapa banyak orang-orang kaya tyang tidak memperdulikan nasib saudara-saudaranya yang sedang kelaparan diluar sana. Hanya rasa syukurlah yang keluar dari mulut Firli atas kebesaran Allah mengatur segala kehidupan dimuka bumi ini.

 

**********

 

 

"Allahu akbar…..Allahu akbar……."kumandang adzan telah bergema di masjid kauman. Masjid tersebut merupakan masjid terbesar di kota pekalongan. Dengan langkah yang cepat,Firli memasuki masjid untuk mencari shaf shalat yang masih kosong. Terlihat didepannya masih ada satu tempat baginya untuk menunaikan sholat.

Dengan segera ia mengelar sajadahnya untuk shalat sunnah sebelum jum'at.

 

"enaknya dapet tempat dibawah kipas angin…..seger..".,gumam Firli

"ssttttt……jangan berisik….",seorang jamaah menegur

"maaf …maaf",jawab firli malu

 

saat khotbah jum'at dimulai,Firli pun mendengarkannya dengan penuh perhatian. Ia pun bercita-cita bahwa suatu saat nanti,Ia yang akan berkhotbah di mimbar masjid tersebut. ia ingin menjadi seorang ulama besar yang kelak akan mempunyai sebuah lembaga pendidikan bagi orang-orang yang kuarng mampu.

Setelah selasai khotbah,sang khotib beranjak menuju ke tempat imam untuk menjadi imam dalam sholat jum'at. Setelah sholat selasai,Firli pun berdo'a kepada Allah.

 

"Fir,ambil sandal yah ya…ayah mau silaturrahmi dulu sama kyai Yahya"

"iya….yah,firli tunggu di depan masjid ya"

 

setelah mengambil sandal ayahnya,Firli pun duduk di teras masjid. Suasana masjid yang sepi setelah sholat jum'at membuat hati firli tenang. Dilihatnya pemandangan taman masjid yang indah penuh pepohonan yang rindak membuat suasana menjadi sejuk. Seorang lelaki memakai jas dengan tas kopernya duduk menikmati indahnya taman masjid. Sambil melepas rasa leleh,lelaki tersebut mengambil sebotol air untk diminumnya. Tiba-tiba ada seorang memakai jaket hitam mendekati lelaki tersebut dan berusaha mengambil tas koper milik lelaki berjas itu.

 

"copet….garong…jambret….",teriak lelaki itu memohon pertolongan

 

dengan segera Firli melompat dan menghampiri lelaki tersebut untuk menolongnya. Dengan kuat,firli melepaskan pukulannya dan telak mengenai leher belakang pencuri tersebut. Lalu,pencuri itu jatuh lunglai karena pukulan keras firli. Orang-orang pun berdatangan melihat kejadian itu. Dengan sigap,pencuri tersebut dapat dilumpuhkan.

 

"kalau begitu,kita bawa saja ini orang ke polsek",teriak salah seorang lelaki

"ayo mari….."

 

pencuri itu diringkus ke kontor polsek yang berjarak 50 meter dekat masjid. dengan wajah yang kusut, pencuri tersebut hanya bisa pasrah. Firli pun mendekati lelaki berjas untuk menanyakan keadaanya.

 

"bapak tidak apa-apa?",Tanya Firli

"Alhamdulillah…..terima kasih ya de',kamu memang hebat",puji lelaki tersebut

"sama-sama pak,kita harus saling mambantu…",papar Firli

"nak ini ada sedikit rezeki untukmu…."

"tidak usah pak,terima kasih…..terima kasih banyak",tolak Firli halus

"sudahlah ambil saja,anggap saja hadiah dari saya…",lanjut lelaki tersebut

 

Firli pun menerima uang itu dan berterima kasih kepada lelaki tersebut. ternyata lelaki itu adalah seorang pengusaha besar di daerah Kalimantan. Sebelum pergi,lelaki tersebut memberikan identitasnya kepada Firli. Firli pun menghampiri ayahnya yang telah menunggu di teras masjid

 

"yah…..Allah ganti uang firli yah….!!!"teriak firli senang

"ada apa sih kok banyak orang ngumpul?",Tanya ayah heran

"tadi ada pencuri ingin mengambil uang milik pengusaha kaya dari Kalimantan. Karena tidak ada orang,firli menolong bapak tadi dan beliau memberi amplop ini sama firli",jelas firli kepada ayahnya

"memang kamu dikasih uang berapa sama bapak itu,sampai-sampai pake amplop segala…..",Tanya ayah

"nga tau yah…..firli lihat dulu ya"

 

dengan hati-hati firli membuka amplop yang berisi uang tersebut.dan menghitung jumlah uang yang ada didalamnya.

 

"Rp.500.000 yah….???Alhamdulillah….",syukur firli

"hehe….bisa buat beli sepatu dong…??"canda ayah

"pokoknya yah……kita sekarang pergi ke toko sepatu",papar firli kepada ayahnya

"terserah kamu deh……………………",canda ayahnya

 

setelah kejadian tersebut,firli pun mengingat akan kejadian yang dialaminya tadi pagi. Hadiah yang ia dapat merupakan Buah dari keikhlasan. Membantu sesama merupakan kewajiban bagi kita umat muslim. Sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita,malah Allah akan melipat gandakan harta kita berlipat-lipat. Hanya rasa syukur kepada  Allahlah atas segala rizeki yang kita terima…………..

 

 

 

DN.COM

Rabu,30 april 2008

22:27 malam

fatih zulfahmi