[Celoteh Santri] SATAGANA bantu korban Gunung Merapi

[Celoteh Santri] SATAGANA bantu korban Gunung Merapi
Oleh Imam Khairul Annas
Santriwan kelas VI TMI Darunnajah

Pada hari Sabtu, tanggal 6 November 2010, 8 santriwan kelas 6 TMI Darunnajah akan berangkat menuju ke pengungsian korban metelusnya Gunung Merapi di DI Yogyakarta, mereka adalah anggota SATAGANA (Santri Tanggap Bencana), mereka adalah: Jihad Ardhillah VI MAK A (Ketua OSDN), Ahmad Wijaya VI B (Bagian Sosial OSDN), Ahmad Faristyawan Yahya VI B (Bagian Sosial OSDN), Muhammad Irham Romadhon VI B (Bagian Sosial OSDN), Andre Irawan VI B (Anggota SATAGANA), Hasan Asy’ary Dwiearto VI A (Anggota SATAGANA), Dori Sendra Kudus VI B (Anggota SATAGANA), Muhammad Mustakim VI A (Anggota SATAGANA). Berangkat dari Pondok Pesantren Darunnajah pada pukul 16.00 ba'da shalat ashar dengan membawa bantuan uang, pakaian layak pakai, sembako, makanan bayi, obat-obatan dan lain sebagainya. Dengan Pembimbing Ustadz Averus dan Ustadz Jaduk.

Mereka sampai di Kota Yogyakarta pada hari Ahad, setelah itu langsung menuju ke Pengungsian yang terletak di JEC (Jogja Expo Center), dengan jumlah pengungsi kurang lebih 4.000 orang. Jumlah pengsungsi keseluruhan sekarang ini yang tersebar di empat kabupaten yaitu Magelang, Boyolali dan Klaten (Jawa Tengah), serta Sleman (DI Yogyakarta) dan Kota Yogyakarta sendiri lebih dari 120.000 pengungsi. Mereka bermukim di Pengungsian JEC bersama para relawan lainnya yang berasal dari Tim Relawan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tim Relawan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarya, serta Tim Relawan Propinsi Sulawesi Selatan yang akan melakukan Evakuasi di daerah 5-10 km dari Puncak Gunung Merapi pada hari Kamis 11 November 2010.

Transportasi yang mereka gunakan untuk pergi kesana adalah satu buah truk dan satu buah mobil Elf. Keadaan para korban disana, khususnya para korban yang masih berstatus pelajar mereka tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat, dikarenakan aktivitas gunung merapi yang masih sangat aktif, serta terkadang hujan abu vulkanik yang bisa turun sewaktu-waktu. Untuk Fasilitas MCK di Pengungsian JEC sangat baik, serta tersedia air bersih yang banyak, juga selalu dibersihkan oleh para petugas JEC, namun konsumsi bagi para korban, yang mana konsumsi tersebut dimasak oleh para Anggota TNI terkadang terjadi keterlambatan, terutama untuk sarapan di pagi hari.

Kegiatan yang paling menarik menurut saudara Jihad Ardhillah adalah Children Trauma Healing, yaitu kegiatan bermain dengan anak-anak untuk menghilangkan trauma mereka. Akhirnya Para Anggota SATAGANA dapat menyelesaikan tugas dan amanah mereka untuk memberikan sedikit bantuan yang dapat mereka bawa dari Jakarta, mereka kembali ke Pondok Pesantren Darunnajah pada hari Rabu, tanggal 10 November 2010, pukul 19.00. Semoga kegiatan ini dapat menjadi kegiatan

yang berguna, baik bagi para anggota SATAGANA maupun para santri-santri lainnya.