Adapun kegiatan utama yang dilakukan selama di sana memperhatikan dan mempelajari kegiatan sehari-hari santri Gontor, dan cara kerja OPPM ( Organisasi Pelajar Pondok Modern ) dengan berprinsipkan ATM ( Amati, Teliti dan Modifikasi ). Kami berusaha untuk mencermati dan mengambil contoh yang baik untuk diterapkan dalam sistem kerja OSDN, tentunya dengan berbagai modifikasi.
Santri putra dan putri dipisahkan zonanya. Santri putra ditempatkan di Pondok Modern Darussalam di Ponorogo dan putri di Gontor 1 di Kabupaten Ngawi
“ Pada dasarnya baik Darussalam dan Darunnajah adalah saudara. Maka jika kalian menemui hal-hal yang baik disini, maka galilah ilmu sedalam-dalamnya. Dan jika ada kelemahan-kelemahan yang kalian temui itu adalah suatu kewajaran. Karena tiap lembaga pendidikan memiliki kelemahan dan kekurangan.” Kata ustad Imam Fauzi, salah satu pengajar di Gontor ketika menyambut kami disana.
Selama 2 hari (22-23 Januari) kami mengamati kegiatan mereka dari pukul 03.00 WIB hingga mereka istirahat malam hari. Apa yang telah kami dapatkan, kami catat masing-masing dan dikumpulkan kepada guru pembimbing kami pada malam harinya.
Kemudian, sebagai refresh atas kegiatan yang kami lakukan selama 2 hari penuh, kami juga melakukan tur ke Yogyakarta dan sekitarnya; candi Prambanan, keraton Yogyakarta, berbelanja di Malioboro, dan yang terakhir adalah candi Borobudur. Kami juga sempat bermalam di hotel Andika yang tidak jauh dari alun-alun Yogyakarta.
Pada hari terakhir kami berkunjung ke Candi Borobudur (26 Januari ) sekaligus menjadi perjalanan terakhir kami untuk kembali ke Darunnajah.