[Celoteh Santri] Mereka sangat berperan dalam memperkenalkan Indonesia

Mereka sangat berperan dalam memperkenalkan Indonesia
(cerita dari 33 tamu yang datang ke Darunnajah)
 

Sehari sebelum kita semua merayakan HUT RI yang ke 63, ada tamu-tamu istimewa yang datang mengujungi Darunnajah. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 30 tamu dari sekitar 27 negara yang tergabung dalam Presindential Friends of Indonesia  datang ke Darunnajah atas lisnsi langsung dari Presiden. Ya, mereka memang diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana kehidupan di Pesantren yang terletak di tengah kota. Para tamu yang 'kompakan' berpakaian batik ala Indonesia tersebut disambut dengan beberapa kegiatan ekstra kulikuler seperti basket, pramuka, tapak suci, marching band, dan tidak ketinggalan ekskul terbaru khusus santriwati, yaitu tari saman. Setelah berramah-tamah dengan para pendiri dan pimpinan Darunnajah juga para 50-an santriwan dan santriwati yang berkesempatan untuk berbincang-bincang, acara dilanjutkan dengan dialog terbuka antara para tamu dengan santriwan dan santriwati. Tak disangka, ternyata tak sedikit diantara tamu-tamu tersebut yang piawai berbicara dengan Bahasa Indonesia. Bahkan, Prof. Tim Lindsey, salah satu tamu asal Melbourne, Australia yang hadir, mengaku sempat menguasai bahasa Jawa dan Sunda. "Ya, kalian tentu akan terkagum-kagum ketika mendengar salah satu teman saya, sesama profesor di Melbourne University piawai dan jago banget bahasa Jawanya. Yang halus lagi, lebih jago daripada orang Jawa itu sendiri.", tutur Professor Hukum Asia ini dengan bahasa yang sangat lancar, bagus, bahkan gaul. Ane dan teman-teman yang Alhamdulillah berkesempatan berbicara dengan beliau sampai kaget karena logat beliau lebih bagus daripada logat salah satu artis kita yang blasteran Jerman yang terkenal dengan "udah ujyan..ngga ada ojhyek..bechyek.." itu. Maaf sebelumnya.

Ada juga salah satu tamu dari Arab Saudi (maaf ane lupa nama beliau siapa?) yang sempat mengucapkan " Selamat tujuh-belasan" yang disambut dengan "gerrr…" dari seluruh yang hadir di Rektorat. Setelah berdialog, para tamu diundang untuk bersantap ria di Baitul Waqif.

Selain memenuhi undangan Presiden, para anggota Friends of Indonesia ini juga sangat membantu dalam hal perkenalan Indonesia di negara masing-masing. Kalau bisa dibilang, merekalah duta untuk Indonesia di setiap negara. Ya, mereka memang berperan banyak.

Semoga saja, dengan hadirnya mereka di Indonesia, Indonesia semakin bangkit dan berubah titel dari 'negara berkembang' menjadi 'negara maju'. Merdeka!! Allahu Akbar!!