[Celoteh Santri] Madagaskar 2008 sukses

MADAGASKAR 2008 SUKSES

Walaupun Banyak Yang Mengkritik

Darunnajah (12/03). Tepat pukul 20:00 Panggung Gembira MADAGASKAR 2008 ( Malam Apresiasi dan Gaya Seni Kreasi Santri ) dimulai. Pada Panggung Gembira kali ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan Panggung Gembira- Panggung Gembira sebelumnya. Contohnya ketika pembukaan, pada pembukaan Panggung Gembira MADAGASKAR 2008 diawali dengan pembacaan Narasi yang berisikan perjalanan Pondok Pesantren Darunnajah, yaitu ketika Pondok Pesantren Darunnajah digusur dari Palmerah hingga usianya yang sekarang mencapai 34 tahun. Pada Panggung Gembira MADAGASKAR 2008 ini panitia lebih mementingkan penampilan pada ibdang pendidikan. Sebut saja penampilan puisi kolosal, pada penampilan puisi kolosal kita diajak untuk sedikit merenungkan pola pendidikan para pelajar Indonesia yang telah melenceng dari garis pendidikan yang sebenarnya. Lalu pada acara Nyanyi Bareng pada acara ini panitia menyanyikan lagu yang sangat menyentuh di hati para panitia dan para ustadz. Ada beberapa bait yang masih saya ingat yaitu,

“ hilangkanlah beda diantara kita.

dan “ Sukses tiada mungkin tanpa pengorbanan, tanpa perjuangan, tanpa istiqomah. Bersabarlah kawan suatu saat nanti kan jadi alumni dari Pondok ini.

 Ketika lagu ini dinyanyikan para panitia sangat bangga sekaligus senang sekali, pasalnya Ust. Moh. Dahlan,S .Ag selaku Kepala Biro Pengasuhan Santri mengeluarkan sebuah camera digital yang berada dibalik jasnya untuk mengambil gambar panitia yang sedang Nyanyi Bareng. 

Diakhir acara ketika do’a ada sedikit keterangan tentang Panggung Gembira MADAGASKAR 2008. Pada saat itu saya sebagai salah satu panitia merasakan deg-degan karena takut apabila PG MADAGASKAR 2008 ini dikritik atau diapakanlah oleh Ust. Nurhamid, Lc, M.Pd. Akan tetapi PG MADAGASKAR 2008 mendapat predikat SUKSES dan patut dicontoh oleh acara-acara yang akan datang.        

Semoga MADAGASKAR 2009 lebih baik dari MADAGASKAR 2008, Amien.