Profesor Al-Qur’an dari Universitas Islam Madinah berbagi rahasia kesuksesan dalam menuntut ilmu kepada ribuan santri Darunnajah 2 Cipining dalam kunjungan bersejarahnya, Kamis (14/11/2024).
Suasana khidmat menyelimuti Aula Kampus 1 Pesantren Darunnajah 2 Cipining saat Syekh Prof. Dr. Adil bin Ibrahim Ar-Rifa’i menyampaikan pesan-pesan berharga kepada lebih dari 2.000 santri. Guru besar ilmu Qira’at Universitas Islam Madinah ini menekankan pentingnya keikhlasan dan adab dalam mencari ilmu.
“Menuntut ilmu adalah ibadah, dan setiap ibadah harus disertai keikhlasan niat,” tegas Syekh Adil dalam ceramahnya yang didampingi Pimpinan Pesantren, Beliau mengutip firman Allah yang memerintahkan manusia untuk beribadah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Dalam kuliah umum yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut, pakar Qira’at ‘Asyr ini memaparkan enam kunci sukses bagi para penuntut ilmu. Mulai dari keikhlasan niat, penghormatan kepada guru, adab mendengarkan, menjaga wudhu, hingga rajin mencatat pelajaran.
“Menghormati guru adalah adab yang tidak bisa ditawar,” jelas Syekh Adil sambil mengingatkan kisah Ibnu Abbas yang rela memegang tali kendaraan gurunya Zaid bin Tsabit, meski beliau adalah sepupu Rasulullah SAW. Sikap hormat ini, menurutnya, telah mengantarkan banyak ulama mencapai derajat tinggi dalam ilmu.
Seluruh santri putra-putri dan guru yang hadir mengenakan seragam senada – putih untuk putra dan hitam untuk putri – menyimak dengan seksama setiap nasihat yang disampaikan. Mereka mencatat dengan tekun, mengamalkan salah satu kunci sukses yang diajarkan sang Syekh.
“Menjaga kesucian lahir dan batin sangat penting dalam menuntut ilmu,” tambah pengajar ratusan mahasiswa internasional ini. Beliau menekankan bahwa wudhu tidak hanya menyucikan fisik, tetapi juga membantu kejernihan pikiran dalam menyerap ilmu.
Syekh Adil juga membuka peluang bagi santri Darunnajah untuk melanjutkan studi di Arab Saudi. “Pintu terbuka lebar bagi putra-putri Islam dari timur dan barat bumi untuk kuliah di universitas Kerajaan, khususnya di Makkah dan Madinah,” ujarnya memberi motivasi.
Di akhir ceramah, pakar yang telah menulis 54 karya ilmiah ini mendoakan agar para santri menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. “Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk ahli Al-Qur’an yang berakhlak dengan akhlaknya dan beradab dengan adabnya,” pungkasnya.
Kunjungan bersejarah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Syekh Adil dalam konferensi “Memudahkan Ilmu Qira’at” yang diselenggarakan bersama beberapa universitas. Sebelumnya, beliau juga memimpin shalat berjamaah dan memberikan kuliah khusus kepada para guru tahfidz Darunnajah.