[Celoteh Santri] Kunjungan ke pusat RehabilitasiI Narkoba

KUNJUNGAN Santri Against Drugs Abuse (SADA) KE PUSAT REHABILITASI NARKOBA
LIDO – SUKABUMI 

Hari Jum’at tanggal 14 Maret 2008, 14 orang anggota SADA mengunjungi pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Sukabumi. Pusat rehabilitasi tersebut berada dibawah naungan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan telah memulihkan banyak orang-orang pecandu narkoba, pusat rehabilitasi tersebut mempunyai luas 5 ha. Anggota SADA berangkat dari Darunnajah pada pukul 07.30 WIB dan tiba di Lido pada pukul 11.25 WIB.

Ketika sampai di pusat rehabilitasi narkoba kami langsung menuju ruang auditorium, kami berada di ruang auditorium kurang lebih selama satu jam. Di ruang auditorium kami melakukan tanya jawab dengan dr. Iman, Bapak Sandi dan dua orang mantan pecandu narkoba( K’Ical (putaw) dan K’ Dani (sabu-sabu) ), Tanya jawab berlangsung sangat seru dan ternyata semua anggota SADA baik putra maupun putri sangat antusias dalam memperdalam ilmu yang menyangkut dengan narkoba, semua sangat ingin serius dalam menangani penyalahgunaan narkoba di Indonesia.            

Setelah mengunjungi ruang auditorium, kami pergi menuju ruang isolasi pasien pecandu narkoba, dalam ruangan isolasi tersebut dindingnya dilapisi oleh busa karena biasanya  para pecandu yang sedang sakaw ingin sekali menyakiti diri mereka sendiri dengan cara membentur-benturkan kepalanya ke dinding. Kemudian setelah dari ruang isolasi, kami berkeling area pusat rehabilitasi yang sangat luas dan sangat tertata rapih, bersih dan asri. 

Kami berkenalan dengan beberapa orang mantan pecandu narkoba yang kebetulan non-muslim karena yang muslim sedang melaksanakan sholat Jum’at.  Kesimpulan dari berbagai pengakuan mantan pecandu narkoba adalah:

Pintu gerbang narkoba adalah MEROKOK, jadi JAUHI rokok mulai dari sekarang.
Narkoba juga dipengaruhi oleh pergaulan yang salah ketika kita berada di masyarakat luas, jadi kita juga harus memilih teman yang baik untuk bergaul.
Kurangnya komunikasi di dalam keluarga dan terbiasa dimanja oleh kedua orang tua.
Narkoba yang mendekati kita juga dipengaruhi oleh rasa penasaran terhadap rasa dan efek dari narkoba, jadi jangan PENASARAN TERHADAP NARKOBA.
Para pecandu narkoba tidak ingin didiskriminasi oleh lingkungan mereka karena mereka juga ingin menjadi orang yang berguna bagi bangsa, Negara dan agama.
Pesan dari semua anggota SADA dan mantan para pecandu narkoba ialah JANGAN MEROKOK, JANGAN BERNIAT UNTUK MERASAKAN RASA NARKOBA, JANGAN COBA-COBA NARKOBA, KATAKAN TIDAK UNTUK NARKOBA.

cReAted BY: HILDA HILMIAH D. (Hildebrand)

kelas XI IPA 3, anggota SADA