Cara Panitia Seminar Manfaatkan Kekosongan Waktu

Pagi yang cerah, auditorium Darunnajah sudah dipenuhi santriwati, guru putri dan istri guru, mengingat hari ini, Jum’at 22 April 2011, dijadwalkan tepat pukul 08.00 s.d. selesai,  seminar kesehatan dengan tema “Menjadi Muslimah Cantik dan Sehat”.

Sayangnya di luar dugaan, narasumber yang rencananya dijadwalkan datang ke lokasi seminar akan datang jam 08.30 pagi, datang terlambat hingga 1,5 jam, meningat jarak tempuh yang lumayan jauh dari Jakarta, hingga tiba di Pesantren waktu sudah menunjukkan  10.00 WIB,  mau tidak mau acara baru dapat dimulai pukul 10.30 WIB.

Seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu begitu saja karena menunggu,  kekosonganpun segera panitia manfaatkan untuk sosialisasi mengenai identifikasi dan antisipasi lambang-lambang  Zionis, Freemasonry, satanic, illuminati terhadap santri dan guru yang secara tidak sadar, cukup akrab bergaul, melihat, dan mengagumi keberadaan simbol-simbol tersebut, tanpa mengetahui nilai-nilai dan makna filosofis di balik simbol tersebut, bahkan bahayanya sendiri.

Sebetulnya, sudah lama sekali pengasuh Pesantren Darunnajah Cipining berusaha mencari waktu yang tepat untuk sosialisasi  peredaran lambang-lambang tersebut yang sudah terlanjur banyak beredar di khalayak, mengingat bahayanya yang cukup prinsipil bagi Islam, khususnya aqidah dan pola pikir ummat. Namun pengasuh pesantren cukup kesulitan mencari waktu, mengingat padatnya jadwal formal dan informal santri selama ini.

Sontak semua matapun langsung tertuju ke layar putih yang terbentang di depan semua audience, ketika panitia langsung memutarkan film, rekaman dan documenter, dari bukti-bukti fisik bagaimana doktrin lambang-lambang itu terselip melalui berbagai cara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yang notabene mayoritas muslim. Walhasil semua audience kaget bahkan tidak menyangka ternyata begitu dekat dan akrabnya dengan symbol-simbol tersebut. (Ela Hulaso/WARDAN)