BELAJAR TERPIMPIN GUNA MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER

Oleh: M. Musta’in

Jelang ujian akhir semester, situasi dan kondisi belajar para santri, baik di kampus 1, kampus 2, dan kampus 3 dibuat lebih kondusif dengan durasi waktu yang lebih banyak. Seusai sholat Shubuh dan Isya, jadwal kegiatan dikonsentrasikan dengan belajar yang mengambil tempat di masjid masing-masing.

Mereka belajar dengan membuat kelompok-kelompok memanjang secara berhadap-hadapan per kelas. Membuka setiap mulai belajar dengan membaca do’a yang dipimpin langsung oleh para imam seusai sholat. Belajar seperti ini disebut dengan belajar terpimpin. Karena selain itu, setiap hari, para pengawas belajar adalah dewan guru yang dibuat secara bergiliran.

Kegiatan belajar seperti ini dilakukan biasanya 1 pekan sebelum ujian dilaksanakan. Dan untuk akhir semester tahun ini telah dumulai sejak Jum’at, 22 Mei mengingat ujian akan dilakukan mulai tanggal 30 Mei 2009 nanti. Kondisi belajar seperti ini yang dimulai jauh-jauh hari sebelum hari H karena mengingat banyaknya muatan materi pelajaran di pesantren Darunnajah Cipining yang menggabungkan pelajaran pesantren (lokal), agama (madrasah), dan umum.

Selain itu, kondisi belajar sengaja dibuat seperti itu untuk mempermudah pengawasan belajar. Dengan dikonsentrasikan pada satu tempat, dewan guru dapat memantau belajar santri meskipun dalam pengawasan itu hanya terdiri dari beberapa orang pengawas. Karena pada awalnya, belajar santri dibebaskan di tempat mana saja, namun hal ini menjadikan para guru tidak mengetahui bagaimana belajar para santri. Akhirnya, pesantren mengambil kebijakan bahwa belajar terpimpin di masjid adalah solusi belajar yang terbaik. Adapun di waktu-waktu lain selain yang ditentukan oleh pesantren, para santri ini dapat belajar di tempat dan waktu yang disukai asal tidak mengganggu tata tertib dan disiplin pesantren.

Keistimewaan lain yang didapatkan yaitu semua santri dapat saling bertanya tentang pelajaran yang belum dipahami dengan baik karena semua teman belajar bersama-sama. Sehingga mereka dapat berdiskusi dan membahas materi pelajaran yang belum dipahami.

Belajar seperti ini akan tetap berlanjut hingga ujian semester ini usai. Diperkirakan untuk ujian lisan akan dimulai Sabtu besok tanggal 30 Mei hingga 4 Juni 2009. Kemudian baru dilanjutkan dengan ujian tulis pada tanggal 6 Juni dan yang akan berakhir pada 18 Mei.

Belajar terpimpin di tempat yang telah ditentukan juga memudahkan panitia ujian mensosialisaikan berbagai hal yang berkenaan dengan uijian. Karena ujian kali ini sangat menentukan kenaikan kelas bagi santri, maka diharapkan berbagai hal yang berkaitan dengan santri dapat dilakukan dengan tertib.

Adapun jadwal belajar untuk seusai sholat Shubuh hingga menjelang pukul 06.00 pagi serta setelah sholat Isya hingga pukul 21.30 WIB. Untuk ba’da sholat Dzuhur diganti dengan membaca Al-Qur’an dan selepas sholat Ashar tetap digunakan untuk peningkatan bahasa asing, Arab dan Inggris dengan muhadatsah atau conversation. Setelah sholat Maghrib, para santri membaca Al-Qur’an beberapa menit baru kemudian melaksanakan makan malam.