Amanat mendidik dan mengasuh ribuan santri tentulah sangat berat namun juga sangat mulia. Oleh karenanya diperlukan pola pembinaan yang komprehensif dan total.
Dalam hal ini Al Qur’an mengispirasi bagaimana agar semua fihak dan elemen terlibat dalam kerja sama dan sama kerja. Ayat dimaksud berbunyi :
كل يعمل على شاكلته
Terjemahan bebasnya adalah Semua berperan sesuai bidang masing-masing.
Dalam hal pendidikan dan pengasuhan santri di asrama maka pondok pesantren telah menemukan pola tersebut, berikut penjelasannya :
Pimpinan Pesantren sejak awal berdiri pesantren pada 18 Juli 1988 senantiasa istiqamah menyampaikan pengajian kepada seluruh santri kampus 1,2,3 pada Kuliah Subuh Jum’at pagi di masjid Jami’ Darunnajah. Bahkan beberapa tahun belakangan ini beliau juga langsung membina para pengurus organisasi santri setiap ahad pagi. Secara berkala beliau juga menyampaikan arahan menjelang liburan, juga pada even tertentu seperti pergantian pengurus, sholat id, pembukaan Apel Tahunan dan sebagainya.
Kepala Biro Pengasuhan Santri menyampaikan arahan kepada para santri dengan mengisi pengajian bakda subuh bergiliran: Sabtu pagi di kampus 2, Senin pagi di kampus 1 dan Selasa pagi di kampus 3. Pada even tertentu juga menyampaikan arahan dan sambutan seperti Laporan Pertanggung jawaban organusasi, pelepasan kontingen lomba dan sebagainya.
Kepala Asrama dijadwalkan mengisi pengajian setiap Rabu pagi di masjid asrama masing-masing.
Wali kamar juga diagendakan pertemuan dengan santri pada Ahad pagi untuk Ta’lim Qira’ah Al Qur’an dan Kamis pagi untuk Musyawarah Kamar.
Wali kelas juga bertemu dengan santrinya setidaknya pada malam senin dan malam kamis untuk prakek dan setoran hafalan ayat dan do’a pilihan yang dikenal dengan Ibadah Amaliah.
Semua guru di asrama juga mendapatkan kesempatan menyampaikan ta’lim atau kultum setiap bakda Ashar bagi guru berkeluarga dan bakda subuh untuk guru lajang.
Dengan pola seperti itu diharapkan pembinaan santri diasrama semakin baik dan maksimal. Tentu saja juga diatur agenda-agenda yang ditangani oleh Pengurus Organisasi Santri sebagai wahana pendidikan dan pelatihan. Semua bergerak, semua berperan, semua berpahala. (mr. mim).