Bagaimana Hukum Prank Menurut Islam
Menu

Bagaimana Hukum Prank Menurut Islam

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Fenomena yang sedang ramai terjadi di kalangan masyarakat saat ini,tengah menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan, fanomena ini biasa di sebut Prank. Prank secara bahasa dalam kamus artinya ,Klakar,olok-olok,seloroh,senda gurau,menipu atau mengibuli seseorang.

permainan prank menjadi trend pada masa kini,permaianan ini biasa dilakukan oleh seorang youtuber karena bertujuan untuk mebuat konten,bahkan media televisi pun berani menyajikan konten prank ini,karena konten seperti ini di gemari oleh para masyarakat khususnya masyarakat awam. Semakin menjamurnya prank ini banyak sekali yang melakukannya,bukan hanya di indonesia tapi di negara-negara maju pun banyak yang melakukannya,bahkan yang lebih ekstrim karena kegiatan prank ini sampai mengakibatkan kematian.

Di Indonesia sendiri prank ini menjadi bahan perbincangan yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat,ada yang menganggap bahwa prank ini suatu konten yang menarik yang mampu menghibur di sela-sela kericuhan oleh  perdebatan panas antara suporter bola dan berdebatan politik, jadi menurut para pendukung konten ini bahwa prank hal yang wajar untuk di saksikan oleh kalangan masyarakat,namaun bari sebagian orang bahwa prank adalah fenomena yang harus di brantas dari muka bumi karena tidak mengadung manfa’at,lebih banyak menimbulkan mudhorot, akan tetapi bagaimana menurut islam tentang prank ini, ini penjelasannya.

Islam adalah agama yang memperhatikan segala hal yang ada didalam kehidupan ini,bahkan segala sesutu yang kita lakukan dari bangun sampai tidur lagi sudah di atur oleh islam.

perlu diketahui bahwa prank atau bercanda seperti ini tidak di benaarkan di dalam islam dengan beberapa alasan :

  1. Islam tidak membenarkan  membuat seseorang kaget dan takut
  2. Bercanda atau prank  seperti ini bisa jadi termasuk bercanda yang keterlaluan atau di luar batas, yang dapat mengakibatkan kemudhorotan.
  3. prank juga bisa membuat seseorang kaget dan marah atau tidak ridha, karena tidak semua orang suka “dikerjai” atau dibuat malu
  4. prank juga dapat membuat  orang yang melakukan  permainan seperti ini  menjadi keras hatinya karena terlalu sering tertawa, apalagi tertawa di atas kekagetan orang lain
  5. Masih banyak hiburan lain yang hukumnya mubah sebagai penghilang penat kita, tidak harus dengan melakukan prank

merunut pada sabda Rosulullah SAW berknaan bercanda seperti ini adalah haram

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain.” [HR Abu Dawud, shahih]

melihat dari hadist diatas Rosulullah sangat menentang permainan seperti ini,karena membuat orang  ketakutan dan kaget.

Permainan seperti ini  tetap tidak boleh walaupun bercanda, perhatikan hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا

“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” [HR Abu Dawud, hasan]

tidak di benarkan pula permainan prank ini sebagai ajang “mengerjai” orang lain lalu ditertawakan ramai-ramai bahkan menjadi olok-olokan. Hal telah Allah larang dalam Al-Qur’an,

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Hujurat: 11)

sudah jelas bahwa permainan prank ini sangat dilarang oleh Allah,karena memberikan dampak yang buruk bagi orang lain,sedangkan hanya sedikit saja  memberikan manfaat.
kita sebagai orang yang melek teknologi dan faham dengan akibat yang di timbulkan dari permainan semacam ini,jangan sampai tertular dan latah ikut-ikutan pada permainan seperti ini. Yang sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak perlu adanya ketegasan untuk mengarahkan keluarga kita pada hal-hal yang baik,bahkan seharusnya mengikuti ajaran yang sudah Rosulullah contohkan dalam kehidupan sehari-harinya.

kita sebagai umat muslim,pasti sering mendengar atau menyaksikan para ulama menghimbau terhadap apa yang harus di ikuti dan di tinggalkan,karena untuk menjaga kualitas keimanan kita,sering pula ustadz,kiyai dan alim ulama mempringati agar kaum muslimi tidak mudah mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain yang tidak berfaedah,karena jika kita latah ikut-ikutan maka kita termasuk golongan mereka,Rasulullah dalam hadistnya pernah bersabda :

“Barang siapa menyerupai suatu kaum,maka ia termasuk bagian di dalamnya.”(H.R. Abu Dawud,Hasan)

dari hadist di atas sudah jelas bahwa umat islam tidak mudah mengikuti Tren-tren yang tidak ada manfa’atnya seperti permainan prank tersebut,mudah-mudahan kita di jauhkan dari sifat dzalim. (Tsurayya/Husni)

blankblankblank

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Pengumuman Kenaikan Kelas Annur Darunnajah 8 Cidokom TA 2019-2020

PENGUMUMAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN 2019/2020 BISMILLAHRRAHMANIRRAHIM SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR TMI ANNUR DARUNNAJAH 8 CIDOKOM Nomor: 74/TMI-DN8/V/2020 HASIL UJIAN AKUMULATIF SELAMA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 PONDOK PESANTREN