Menu

Bagaimana guru mengembangkan pembelajaran yang memicu siswa berpikir kreatif?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tugas utama guru dalam mengelola pembelajaran untuk mengasah keterampilan siswa berpikir kreatif mencakup peningkatan keterampilan guru dalam  merancang skenario mengelola kelas, merancang perencanaan  pembelajaran melalui perumusan RPP, menerapkan rencana pembelajaran dalam kegiatan belajar siswa, menilai proses dan hasil belajar, dan mengevaluasi pembelajaran.

Meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas menggambarkan tetang proses untuk memastikan bahwa pembelajaran dalam kelas dapat berjalan lancar tanpa terganggu dengan perilaku prilaku siswa yang mengganggu (Wikipedia).

Dr Robert DiGiulio (Wikipedia) melihat manajemen kelas yang positif merupakan hasil dari terkelolanya empat faktor: bagaimana guru mempersepsikan  siswa mereka dilihat dari dimensi spiritual, bagaimana mereka mengatur lingkungan kelas dilihat dari dimensi fisik, seberapa baik mereka mengelola perilaku siswa  dilihat dari dimensi manajerial dan bagaimana mengajarkan  terampil penguasaan materi atau dilihat dari dimensi pembelajaran.

Pelayanan belajar yang adil kepada seluruh siswa dengan dilakukan secara ihlas merupkan kunci keberhasilan utama. Jika didasari dengan keihlasan, maka guru akan memperlakukan seluruh siswa secara adil. Yang memerlukan pelayanan lebih akan diberi lebih, yang memerlukan pelayanan cepat akan diberi layanan cepat. Kapasitas layanan diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa belajar.

Pengaturan cara siswa duduk agar mereka dapat berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi menjadi pertimbangan penting. Hal yang lebih penting lagi adalah memfasilitasi siswa mengekspresikan pikiran, bertanya, mengomentari, bebas dari rasa takut bersalah, adalah hal penting yang guru perlu kembangkan melalui penciptaan suasana kelas yang kondusif.

Pengaturan siswa belajar sangat dianjurkan tidak selalu menggunakan interaksi dalam kelas. Guru dapat mengatur siswa melakukan observasi lapangan untuk mengamati gejala alam atau gejala sosial di sekitar lingkungan sekolah. Pilar pengembangan keterampilan melakukan kegiatan observasi merupakan bagian penting dalam mengembangkan keterampilan berpikri kreatif.

Mulailah dengan merumuskan masalah, menentukan gejala yang akan dioberservasi, menghimpun data dalam bentuk catatan, foto, bukti  kegiatan dan siswa dapat kembali ke kelas untuk berdiskusi serta menyusun dan mengolah data serta menyusun kesimpulan.

Karya siswa yang telah siswa hasilkan melalui pengalaman belajar dipresentasikan dalaam kelompok. Hasil terbaik dipresentasikan kelompok dalam kelas. Peserta diskusi wajib mengajukan pertanyaan, jawaban, komentar, persetujuan, belajar berbeda pendapat, berbicara santun dan rendah hati.  Selanjutnya siswa mendapatkan tes yang harus dikerjakan secara individual. Begitulah contoh model pembelajaran yang bergerak dinamis.

Kebaikan lain yang perlu guru kembangkan adalah merancang dan mengelola prilaku siswa dalam kelas atau di luar kelas. Yang paling penting di sini adalah bagaimana proses belajar dengan menggunakan cara yang baru berjalan dan bagaimana hasil belajar yang lebih baik terwujud. Siswa dapat menunjukkan hasil belajarnya. Bisa dengan bantuan teknologi atau tanpa teknologi.

Pengembangan keterampilan berpikir kreatif merupakan level berpikir kelas tinggi. Hal ini harus tercermin dalam indikator hasil belajar yang guru kembangkan dalam RPP. Jika analisis menggunakan ranah kognitif Bloom, maka berikut contoh kata kerja yang dapat guru pilih dalam bentuk:

Sumber : Ditulis oleh Rahmat Published on: Mar 27, 2012

nanink

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait