blank

Arti Birrul Walidain

Arti Birrul Walidain

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram

DNKindergarten, 27/04

Allah SWT berfirman yg atinya “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari mereka atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah sekali-kali kamu berkata ‘ah’ kepada mereka dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil”.”

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua dengan sebaik-baiknya. Dalam beberapa ayat Alquran perintah berbakti kepada orang tua selalu berada setelah perintah menyembah dan mengesakan Allah semata. Betapa pentingnya kedudukan orang tua terhadap anaknya di sisi Allah. Semua orang tahu arti dan nilai orang tua bagi mereka namun karena manusia ini banyak yg zalim dan mempergaulinya dengan buruk. Membantah menjadi hal yg biasa krn banyak gurunya di televisi begitu juga mengabaikan orang tua dan sebagainya. Allah kemudian melarang kita mengucapkan “ah” kepada orang tua kita. Nah jika mengucapkan “ah” saja tidak boleh maka kata-kata atau perbuatan yang lebih jelek dari itu tentu saja tidak boleh. Kemudian diikuti dengan larangan membentak dan menghardik dan tentu saja semua orang tahu bahwa hal itu tidak baik. Kemudian Allah memerintahkan kita utk mengucapkan kata-kata yg penuh kemuliaan dan kasih sayang kepada mereka. Disebutkan masa tua adalah karena secara umum pada masa itulah orang tua banyak menyibukkan anak dan butuh perhatian lebih dari anaknya. Itu karena mereka sudah lemah dan butuh bantuan orang lain. Tentunya yang berkewajiban membantu adl anak-anaknya. Tetapi biasanya anak-anaknya banyak yg tidak sabar dalam melayani kebutuhan orang tuanya. Sering terjadi mereka malah mengeluh dan kesal bahkan mengumpat serta menghardik. Ketidakpedulian inilah yg membuat banyak orang tua dikirim ke panti-panti jompo oleh anak-anaknya karena sang anak lebih mengutamakan kebebasan semu dari pada bakti kepada orang tuanya. Allah memerintahkan kita untuk bersikap rendah diri dan penuh kasih sayang kepada mereka terutama pada masa usia lanjut. Karena pada saat itulah mereka lebih membutuhkannya. Bukankah pada masa mudanya merekalah yang lebih banyak memberi kita kasih sayang? Kemudian diikuti oleh perintah utk berdoa bagi mereka yaitu mendoakan agar Allah memberikan rahmat kasih sayang-Nya kepada mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik sang anak dgn penuh kasih sayang waktu kecil dulu. Lafal ayat ini bisa kita jadikan doa utk orang tua kita “Rabbirhamhuma kamaa rabbayaanii shagiira.” Artinya “Tuhanku.. rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.” Sudahkan kita mendoakan orang tua kita tiap selesai salat lima waktu atau di lain kesempatan? Apa yg telah kita lakukan utk orang tua kita? Sudahkah kita membayangkan apa yg akan terjadi pada kita jika hidup tanpa orang tua? Apakah jasa-jasanya telah kita balas? Mampukah kita membalasnya? Ataukah harta dan kekayaan kita mampu menggantikan segala jasa orang tua kita? Masih banyak pertanyaan yg perlu kita renungkan dan camkan pada diri kita. Wallahu al-musta’aan. . Al-Islam – Pusat Infomasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah