Ketua MPR RI Sampaikan Orasi dalam Wisuda Sarjana UDN ke-26 Nan Penuh Arti

Ketua MPR RI Sampaikan Orasi dalam Wisuda Sarjana UDN ke-26 Nan Penuh Arti

Universitas Darunnajah sukses menggelar Wisuda Sarjana ke-26 pada Sabtu, 27 September 2025, di auditorium Pertemuan Darunnajah. Acara ini dihadiri oleh civitas akademika, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya, dan menandai pencapaian bersejarah bagi universitas dengan 165 lulusan yang siap melangkah ke dunia profesional.

Presiden Universitas Darunnajah, Associate Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur atas kelancaran acara wisuda yang diikuti oleh lulusan terbanyak dalam sejarah Universitas Darunnajah.  “Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberhasilan 165 orang yang siap untuk berkontribusi di masyarakat. Ini adalah jumlah terbanyak dalam sejarah Universitas Darunnajah, dan kami berharap ilmu yang telah mereka peroleh dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya mantap.

Suasana Aula Serbaguna Universitas Darunnajah terasa khidmat saat 166 sarjana baru resmi dikukuhkan. Wisuda ke-26 ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan dua tokoh nasional: Anggota Dewan Penyantun Universitas Darunnajah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani.

Dengan balutan jas biru bermotif kotak halus, dasi merah marun, dan peci hitam, Din Syamsuddin tampil berwibawa di balik podium. Wajahnya memancarkan semangat dan ketegasan, seolah menegaskan bahwa setiap kalimat yang diucapkan lahir dari perenungan panjang sekaligus ketulusan hati. Dalam sambutannya, Din Syamsuddin menghadirkan pemikiran filosofis yang menyentuh. “Jika filsuf Barat Descartes terkenal dengan ucapannya Cogito Ergo Sum—aku ada karena aku berpikir—maka ingin saya mengatakan Significo Ergo Sum, aku ada karena aku bermakna,” tandasnya.

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu menjelaskan bahwa keberadaan manusia dalam kehidupan bukan sekadar untuk berada—menjalani hidup dari lahir hingga mati. Manusia, katanya, harus berada untuk mengada. “Kata terakhir mengandung arti manusia haruslah berkiprah dalam kehidupannya, dan kiprah itu hendaklah bermakna yakni memberi arti dan manfaat bagi sesama manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR-RI H. Ahmad Muzani yang hadir memberikan orasi ilmiah menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Menurutnya, bangsa Indonesia dan umat Islam membutuhkan sumber daya insani yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak. “Maka, apa yang sudah dilakukan Universitas Darunnajah, yaitu membina mahasiswa dan sarjana yang berilmu sekaligus berakhlak mulia, adalah pilihan tepat yang perlu terus dikembangkan di masa depan,” tegas Ahmad Muzani.

Wisuda Universitas Darunnajah merupakan seremoni akademik, juga menjadi ruang refleksi bagi para lulusan: bahwa ilmu, akhlak, dan kebermaknaan adalah fondasi untuk menapaki jalan pengabdian.

Pendaftaran Santri Baru