Sosoknya biasa, begitu pula dengan penampilannya, sangat sederhana. Ia adalah alumnus angkatan ke-4 bernama Fadli Abdillah. Bersama 2 rekannya sesama alumni, Ahmad Nurhadi dan Jamhuri, Sabtu (21/8) kemarin, ketiganya kembali berkunjung ke pesantren Darunnajah Cipining.

Karena waktu yang telah menyentuh senja, saat untuk bernostalgia tidaklah banyak. Maka, ketiga alumni tersebut langsung menuju ke kediaman pimpinan pesantren. Wajar saja, jika pertanyaan soal pesantren mereka tanyakan sebagai kata pembuka. Sesaat kemudian perbincangan hangat seputar perkembangan pesantren terjadi antara mereka dan Pak Kyai Jamhari.
Mendapat kesempatan yang tepat, alumnus yang mengenyam pendidikan Darunnajah Cipining selama 3 tahun di tingkat MTs tersebut mengutarakan niatnya. Selain bersilaturahmi kepada Pak Kyai, maksud kedatangannya adalah hendak menyerahkan zakat maal kepada pesantren sebesar 10 juta.
Menurut penuturannya, ini adalah kali kedua dia memberikan zakal maal ke pesantren. Soal alasannya, suami dari Unun Ratnasai yang telah dikaruniai 1 putra ini mengatakan bahwa memang sudah menjadi keharusan bagi dirinya dan keluarga besar alumni untuk memperhatikan almamaternya. Maka, salah satu hal yang dapat diperbuat oleh para alumni adalah berkontribusi kepada pesantren sesuai dengan kemampuannya.
Tidak berlebihan memang jika kemudian pimpinan pesantren merespon positif hal ini. Pak Kyai berharap, ini menjadi sunnah hasanah yang dapat dijadikan cerminan untuk alumni lain. Sehingga hal baik seperti ini, dapat diikuti mengingat Darunnajah Cipining memiliki berbagai program sosial dan keumatan. Melalui kegiatan-kegiatan yang dikembangkan di pesantren, semoga dakwah dan syiar Islam betambah baik.
Pak Kyai menambahkan bahwa Darunnajah Cipining adalah aset umat yang juga merupakan amanat. Maka hendaknya, alumni memiliki passion untuk turut menjaga tanggung jawab ini sebaik-baiknya. ‘Kalau Fadli yang hanya 3 tahun di pesantren, mau memberikan seperti itu, bagaimana dengan yang lainnya? “ intermezo beliau di hadapan ketiga tamunya.
Fadli Abdillah adalah seorang pekerja yang tekun. Dari pekerjaannya yang dia lebih suka disebut sebagai wiraswasta, usahanya bekembang baik dalam bidang jasa, terutama ekspor impor. Dari kerja keras inilah, kemudian keuntungannya ia sisihkan sebagai pembersih keseluruhan hartanya dan sebagai investasi abadi berbentuk zakat maal.
Kepada Warta Darunnajah (Wardan), Fadli yang kini menetap di kawasan Tanjung Priuk, mengaku bersyukur dapat kembali menginjakkan kaki di Darunnajah Cipining. Dalam benaknya, masih sangat kuat akan memori saat dulu belajar membaca Al-Qur’an. “Saya juga berkesan dengan kegiatan menghapal do’a-do’a yang harus disetor kepada wali kelas” ungkapnya.
Sembari pamitan, ia berujar, bahwa harapannya adalah Darunnajah Cipining ini bisa lebih maju, sehingga mampu bersaing dengan lembaga lain. Semoga, keinginan itu dapat terwujud seiring dengan dukungan para alumni dalam partisipasi nyata, baik secara
individu maupun melalui wadah IKPDC (Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah Cipining). (Wardan/Billah)
