Amanat Pembina Upacara dalam Upacara Memperingati HUT RI Ke-72

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh

Merdeka!
Saudara-saudari se Bangsa dan se tanah air

Guru-guru, santri-santri, karyawan dan karyawati
Saksikanlah

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, hari ini kita bersengaja hadir di tempat ini guna menyaksikan peristiwa penting peristiwa bersejarah. Upacara Hari Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Sebuah momen sejarah bangsa Indonesia dalam menggapai cita. Kita ketahui bersama selama beberapa dekade sebelum tahun 1945, rakyat Indonesia telah berjuang untuk kebebasan negeri kita selama ratusan tahun. Berapa jiwa melayang demi sebuah asa; Merdeka. Merdeka atau mati berkumandang serentak di penjuru negeri. Orang tua, pemuda, anak-anak pun bermufakat atas kemerdekaan bangsa dan tanah air dari cengkeraman para penjajah. Bahwa penjajahan di atas muka bumi adalah sebuah tindakan tak terpuji dan tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Jadi saudara-saudariku…

Bangsa kita sudah bebas dari penjajahan. Dahulu hingga saat ini, bahkan sampai kapan pun terbebas dari penjajahan. Dari penjajahan bangsa lain, dari penjajahan apa pun. Termasuk penjajahan terhadap jiwa kita dari kebodohan. Karena diri pribadi kita, jiwa kita yang harus pertama kali bebas merdeka. Kita harus tetap bangkit tegak berdiri. Cita-cita kita tetap harus senantiasa berkibar. Seperti halnya bendera merah putih yang berkibar saat ini.

Ingatlah wahai saudara-saudariku…

Penjajah tidaklah musnah. Hingga saat yang dinanti akan tiba. Maka sepatutnya kita tetap bersiap diri. Bertaruh nyawa bilamana perlu. Berjuang dan memperjuangkan. Di atas kita hanya langit, di bawah kita hanya bumi. Ada Allah yang akan menolong kita. Allah Akbar.

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam adalah tidak hanya sebagai lembaga dimana kita menuntut ilmu. Namun juga sebagai benteng pertahanan Republik Indonesia. Sejarah telah mencatat, bagaimana para founding fathers di negeri ini bermula dari pondok pesantren. Para kiai dan santri-santri mempertahankan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Menggali lebih dalam keilmuan dan nilai-nilai perjuangan. Menggapai kebahagiaan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Bahkan mati pun dapat menjadi kenikmatan. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. Allah Akbar. Merdeka.


Saudara-saudariku…

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah SWT merahmati kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait