Seusai pembekalan Safari Da’wah selama 3 hari; 22-24 Desember 2012 yang meliputi bimbingan teknis safari da’wah, retorika khithobah, mudzakaroh adab-adab muslim multazim, bimbingan nisaiyyah dan bimbingan laporan lisan dan tertulis. maka pada
Selasa pagi, 25 Desember 2012 seluruh pembimbing, ketua dan peserta safari da’wah berkumpul di lapangan Futsal guna Apel Pemberangkatan.
Hadir juga dalam pertemuan yang dimaksudkan untuk menguatkan ghirroh dan ruhul jihad para santri tersebut, pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, ibu pimpinan pesantren, Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar, para kepala biro, kepala madrasah, kepala asrama, kepala lembaga dan asaatidz serta ustadzah. tampak pula beberapa wali santri dan tamu ikut menyimak annual meeting tersebut.
Dalam sambutannya, bapak kyai menegaskan bahwa kegiatan safari da’wah adalah termasuk fii sabilillah, maka agar semua fihak kembali meluruskan niat lillahi ta’alaa. ” Anak-anak, ini adalah termasuk fii sabilillah, maka perbaikilah niat anak-anak semua. Apa-apa yang kalian keluarkan termasuk dana transport dan lain-lain, pasti Allah akan menggantikannya sesuai dengan janji-Nya bagi orang yang infaq fii sabilillah!”.

Kyai asal Kendal Jawa Tengah tersebut juga menegaskan bahwa safari da’wah adalah wahana aplikasi dari ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan para santri di pesantren. ” Tidak ada gunanya ilmu pengetahuan sebanyak apapun tanpa dipraktekkan!”. beliau juga terus mengingatkan agar para santri berahlaq karimah, antara lain mengerti bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua/dewasa.
Rangkaian Apel pemberangkatan Kafilah Da’wah santri militan yang diikuti 133 kelompok terdiri dari 1.400 santri ini disempurnakan dengan berjabat-tangan (mushafahah) sembari melantunkan sholawat kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW. Berikutnya secara berkelompok mereka segera menuju kendaraan yang sudah berjajar rapi di kiri-kanan jalan raya depan pesantren. Tampak wajah-wajah para santri full spirit untuk segera sampai lokasi kegiatan ‘belajar bermasyarakat’ sesuai hasil musyawarah mereka. (WARDAN/ Abu Ezzat El Wazira).






