Menu

Agar Tidak Terjerumus dalam Kemaksiatan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

maksiat

Sebagai manusia kita tidak luput dari berbuat dosa, sering kali kita khilaf dan berbuat salah namun sebaik-baiknya hamba adalah yang segera sadar dan kembali pada Nya, namun ada juga sebagian dari mereka yang melakukan dosa memang karna tidak mengetahui hukum dari perbuatan yang dilakukannya, lalu bagaimana cara kita agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan??

  • Ilmu

Hendaknya setiap diri membekalinya dengan ilmu, sebab ilmu yang akan menuntun, membimbing dan menerangi jalan hidup kita. Bagaimana tidak, ilmu sangat berperan dalam tindak tanduk berbuatan manusia, sebab ilmu (terutama ilmu agama) akan menjadi perisai dari kemaksiatan.

Sebagaimana sabda Nabi saw, “Menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan” (HR Ibnu Abdil Barr).  Oleh karena itu hendaklah kita mencari ilmu dengan mendatangi majlis-majlis ilmu, agar bertambah ilmu dan pengetahuan kita, sehingga kita memiliki bekal dalam menjalani kehidupan ini, dan terhindar dari kemaksiatan.

  • Niat

Sabda Rasulullad saw “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan sungguh setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang diniatkan. Siapa yang hijrahnya karna Allah dan Rasulnya, maka hijrahnyaa kepada (keridhoan Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrahnya kaea duania yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang diniatkan. (HR.Bukhori Muslim)

Sesungguhnya amalan itu sebagaimana niat nya, kalau niatnya kita melakukan kebaikan karna ingin dipuji tentu kita akan berbuat baik hanya dihadapan orang orang tertentu. Dan akan kembali melakukan kemaksiatan saat orang orang tidak melihat kita, naudzubillah.

Oleh karena itu perbaiki niat kita dalam melakukan segala sesuatu, cukuplah kita mengharap ridho Allah swt. Agar senantiasa dimana pun dan kapan pun kita berada kita selalu melakukan kebaikan, karna kita tidak luput dari pengawasanNya.

  • Teman

Perlunya mencari teman yang baik dalam bergaul, sebab teman adalah cerminan bagi diri kita, teman juga yang akan menarik kita pada kebaikan atau kemaksiatan.  Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberi mu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tiak engkau akan tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaian mu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap”. (HR.Bukhori dan Muslin)

Dari hasits diatas kita dapat mengambil pelajaran bahwasannya memilki teman yang baik sangat diperlukan karna ada dua kemungkinan yang bisa kita dapat, yaitu kita akam menjadi baik atau minimal kita mendapat kebaikan dari teman kita.

  • Doa

Dari Abdullah bin Masud, dari Rasulullah saw beliau biasa berdoa:

“Allahumma innii as alukal hudaa wat tuqaa wal ‘affaafa wal ghinaa” yang artinya, “ya Allah, aku memohon kepadamu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan dan kekayaan. (HR. Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan yg lainnya).

Nabi shalallu alaihi wasallam, seorang rasul yang mulia lagi berakhlak karimah saja masih berdoa agar selalu diberi petunjuk oleh Allah swt dalam menjalani hidupnya, bagaimana dengan kita yang manusia biasa, yang bisa saja pagi berbuat baik dan sore berbuat bermaksiat, naudzubillah. Maka sudah sepantasnya memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah agar selalu diberi hidayah agar selalu dapat berbuat baik, dan dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan, aamiin.

(Wardan/MAS)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait