Menu

Contoh Teks Khuthbah Jumat Dua Dasar Kemaksiatan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

KHUTBAH PERTAMA

DUA DASAR KEMAKSIATAN

الحمد لله الذي خلق الإنسان فى أحسن التكويم ، و خلق كل شيء تقديرا ،

أشهد ألاّ إله إلا الله وحده لا شريك له  و أشهد أن محمداً عبده و رسوله   لا  نبي بعده.

اللهم صلّ  وسلّم على حبيبنا و شفيعنا محمد صلى الله عليه و سلم  و على آله و أصحابه و من تبعه إلى يوم القيامة

فيَا عِبادَ الله  أوصينى نفسى و إياكم بتقوى الله  فقد فاز المتقون  و   قال تعالى فى كتابه الكريم و هو أصدق القائلين : يا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

و قال تعالى فى آية أخرى : وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

اما بعد .

Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah,

Marilah kita bersama – sama bersyukur kepada Allah SWT. Karena pada hari ini kita masih di beri kenikmatan , khususnya nikmat sehat dan nikmat Iman dan nikmat Islam.

Sholawat dan salam selalu kita curahkan kepada pemberi syafaat kita , manusia termulia di dunia , yaitu nabi kita Muhammad Rasulullah SAW.

Selanjutnya ,  khotib berwasiat kepada diri khotib sendiri dan juga kepada para jamaáh sekalian untuk selalu bertaqwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah – perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Sidang jumát yang di rahmati Allah, Allah berfirman dalam surat al- Baqorah :

وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya : Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.( al- Baqoroh : 35 )

Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa nabi Adam Alaihis salam beserta istrinya  adalah penghuni surga. Sebagaimana kita ketahui dari hadits nabi Muhammad , bahwasannya kehidupan di surga itu sangat ni’mat dan tidak bisa di bayangkan, sebab belum pernah ada yang melihat dan mendengarkannya.

Sidang jumát yang  di rahmati Allah.

Pada saat nabi Adam yang merupakan bapak dari seluruh manusia di muka bumi ini sedang meni’mati kehidupan di surga, ternyata ada makhluq Allah yang lain  yang tidak suka dengan Adam dan menggodanya untuk melanggar larangan Allah yang sebelumnya sudah ditaati oleh Adam dan Hawa. Makhluq tersebut tidak lain adalah Iblis. Maka Iblis dengan kesombongan dan kelicikannya mulai menggoda Adam. Bahkan Iblis berani bersumpah kepada Adam bahwa dia adalah penasihat bagi keduanya. Sebagai mana yang di kisahkan dalam al- qurán :surat al- a’raf : 21

 وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Artinya : Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua“,

Pada akhirnya Iblis berhasil menggoda Adam , maka Adam dan Hawa memakan buah Khuldi yang sebelumnya telah di larang oleh Allah. Dan sebagai hukumannya , Adam dan Hawa di turunkan ke muka bumi dan tidak lagi tinggal di surga, sebagaimana di kisahkan di dalam al- Qurán dalam surat al- Baqorah : 36 ;

فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Artinya : Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan“.

Sidang jumát yang di rahmati Allah.

Jika kita simak pada penuturan di atas , maka kita akan mendapati bahwa baik Adam maupun Iblis , maka kedua-duanya melakukan kemaksiatan kepada Allah . tetapi yang perlu kita cermati adalah dasar kemaksiatan  keduanya. Dasar kemaksiatan yang dilakukan oleh Adam AS. Adalah hawa nafsu , sedangkan kemaksiatan yang di lakukan Iblis dasarnya adalah kesombongan.

Sufyan Ats-Tsaury pernah berkata sebagai berikut.

مِنْ كُلِّ مَعصيَةٍ عَنْ شهوةٍ فَإِنَّهُ يُرْجَى غُفْرَانُه وكلُّ معصيَةٍ عَنْ كِبْرٍ لاَ يُرْجَى غُفْرَانُه ، لأَنَّ مَعْصِيَةَ إبْلِيْسَ كَانَ أَصْلُهَا منَ الْكِبْرِ وَزَلَّةُ سَيّدِنَا آدمَ كَانَ أَصْلُها الشَهْوَةُ

Setiap perbuatan maksiat yang muncul akibat dorongan hawa nafsu, itu masih dapat diharapkan ampunannya (dari Allah). Sedangkan setiap kedurhakaan yang muncul karena adanya rasa kesombongan, maka jangan diharapkan ampunannya. Karena kedurhakaan iblis itu timbul dari adanya sifat kesombongan,sedangkan kesalahan Adam adalah karena memperturutkan hawa nafsu atau syahwat.”

Sidang jumát yang di rahmati Allah.

Ada sebuah pertanyaan dari beberapa orang yang berhubungan dengan kemaksiatan tersebut, apakah jika Allah tidak memberikan ampunan kepada Iblis karena kemaksiatan tersebut , berarti Allah tidak maha pengampun ? atau Allah hanya memberikan ampunan kepada Adam AS. Berarti Allah berbuat pilih kasih dan tidak adil ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut , kita harus memilah – milah perilaku antara Adam dan Iblis. Dalam menyikapi perbuatan yang telah mereka lakukan.

Marilah kita simak perbedaan perilaku keduanya setelah mereka melakukan kemaksiatan kepada Allah.

kemaksiat Adam dasarnya adalah : kemaksiatan Iblis dasarnya adalah  :
1.    Melanggar larangan

2.    Karena hawa nafsu

3.    Adam bertaubat dan mengakui kesalahannya

1.    Meninggalkan perintah

2.    Karena kesombongan

3.    Iblis membangkang , sombong dan berjanji akan menyesatkan ummat manusia semua

Sidang jumát yang dirahmati Allah,

Allah telah memaparkan perbedaan mereka dalam al- Qurán . Keadaan Adam setelah berbuat kemaksiatan kepada Allah adalah sebagai berikut :

فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ﴿البقرة : 37)

Artinya : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Selanjutnya , nabi Adam AS. Dengan sepenuh hati mengakui kesalahaannya dan bertaubat kepada Allah .

قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( الأعراف/ 23)

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Sedangkan Keadaan Iblis setelah bermaksiat kepada Allah seperti yag telah di paparkan dalam al- Qurán adalah sebagai berikut :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ ) البقرة/ 34.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.

Iblis setelah menolak untuk melaksanakan perintah Allah, yaitu perintah untuk bersujud kepada Adam AS., bukan bertaubat kepada Allah , akan tetapi dengan kesombongannya , malah berniat untuk menyesatkan manusia semuanya, seperti yang di tuturkan dalam al- Qurán sebagai berikut :

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ) الحِجر/ 39 .

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka ( manusia ) di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah.

Khotib memaparkan perbedaan dasar perbuatan maksiat dan dosa dari kesombongan dan Hawa nafsu , bukan berarti agar kita melanggar untuk berbuat dosa atas dasar hawa nafsu , akan tetapi mengingatkan bahwa masih ada kesempatan untuk bertaubat agar kita khusnul khotimah ketika nanti menghadap Sang Kholiq. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala kesalahan.

بارك الله لكم فى القرآن العظيم و نفعنى و إياكم 4بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم و تقبل منى و منكم تلاوته  إنه هو السميع العليم.

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نبي بعده.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. 

Sidang jumát yang di rahmati Allah.

 

Marilah kita menjaga diri kita dan keluarga kita agar terhindar dari sifat – sifat yang tercela , seperti kesombongan ,hasad,  iri , dengki . dan jika kita telah melakukan kesalahan atau kemaksiatan dan kita mengetahui serta menyadarinya  , maka hendaknya kita mengakui kesalahan tersebut dengan hati yang tulus dan bertaubat, sebab mengakui kesalahan itu adalah pintu menuju sebuah perbaikan diri.

اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيجنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ،. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِسيدنا  إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

اللهم سلمنا من آفات الدنيا و عذاب الآخرة و من فتنتهما و بليتهما و فضيحتهما إنك على كل شيئ قدير

اللهم أكرمنا بنور الفهم و افتح لنا أبواب رحمتك و انصر علينا حكمتك يا أرحم الراحمين

. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عباد الله , إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربي و ينهي عن الفحشاء و
   المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون  . و لذكر الله أكبر . أقيموا الصلاة!

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

STAI Darunnajah Gelar Lomba Dakwah Haji Se-Jabodetabek,

STAI Darunnajah Jakarta akan menggelar Lomba Dakwah Haji se-Jabodetabek pada tanggal 7 Maret 2020. Dalam menggelar acara ini, STAI Darunnajah bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Upacara Pembukaan Perlombaan Olahraga Cidokom Cup

Cidokom Pos – Alhamdulillah telah dilaksanakan upacara pembukaan untuk perlombaan olahraga Cidokom Cup di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8. Perlombaan ini insyaallah akan berlangsung pada