Nama lengkapnya adalah Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Al-Makki Al-Muhajir Al-Hudzaliy. Beliau juga sering dinasabkan kepada ibunya. Karena ibunya dipanggil Ummu Abdin, Ibnu Mas’ud pun dipanggil dengan sebutan Ibnu Ummu Abdin.
Ia merupakan sahabat nabi yang sangat mencintai Al-Qur’an. Termasuk kedalam 10 orang pertama yang memeluk islam dan mendapatkan bimbingan langsung dari rasulullah SAW dalam membaca serta mendalami maknanya. Ketekunan terus bertambah ketika bulan Ramadhan tiba.
Abdullah bin Mas’ud merupakan sahabat yang dipercayai rasulullah dalam memegang rasahia. Dari Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah berkata, “Ibnu Mas’ud adalah shahibu sirr (pemegang rahasia) Rasulullah, termasuk menyediakan tempat duduk, siwak, sandal, dan air untuk Nabi. Dan ini berlangsung saat Nabi sedang bersafar.”
Sejak wahyu pertama turun, Abdullah bin Mas’ud sudah menunjukan ketekunannya dan keindahan suaranya ketika membaca ayat suci Al-Qur’an. Ia adalah orang pertama yang berani membacakan ayat Al-Qur’an yaitu surat Ar-Rahman di depan kaum Quraisy di Ka’bah hingga badannya dipenuhi oleh bekas pukul karena kemarahan kaum Quraisy.
Karena keindahan suaranya, rasulullah sering memintanya untuk membacakan ayat Al-Qur’an langsung dihadapannya. Rasulullah bersabda: “Bacakanlah Al-Qur’an kepadaku.” Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Apakah aku membacakannya kepadamu, sedangkan ia diturunkan kepadamu?’ Rasulullah bersabda, ‘Aku senang mendengarnya dari orang lain.’ (HR. Bukhari, no. 5048)
Dalam riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin Mas’ud mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali selama Ramadhan. Namun, baginya, membaca sambil merenungkan makna ayat jauh lebih utama daripada sekadar mengejar jumlah khataman.
Abdullah bin Mas’ud merupakan ulama yang tinggi ilmunya. Sehingga mendapatkan gelar bejana yang dipenuhi ilmu oleh Umar. Ia tidak hanya memendam ilmunya untuk dirinya sendiri. Abdullah bin Mas’ud mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada para sahabat dan generasi selanjutnya. Majlis yang ia pimpin selalu penuh dengan kehadiran para umat muslim yang ingin belajar darinya tentang tajwid serta tafsir-tafsir ayat Al-Qur’an terlebih lagi di bulan Ramdahan.
“Barangsiapa ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana diturunkan, hendaklah ia membacanya sebagaimana bacaan Ibnu Ummi Abd (Abdullah bin Mas’ud).” (HR. Ahmad, no. 4100, Musnad Ahmad, Musnad Ali bin Abi Thalib)
